Home > Artikel > Belajar Musik, Apa Belajar Gitar?

Belajar Musik, Apa Belajar Gitar?

Penulis: Beben Jazz

Memperhatikan sedikit kerancuan yang berkembang belakangan ini, pada beberapa milis musik yang kebetulan saya ikuti, komunitas2 musik, termasuk Komunitas saya sendiri Komunitas Jazz Kemayoran dan beberapa rekan praktisi musik juga banyak menyinggung hal ini, yaitu diskusi yang menarik soal proses belajar-mengajar gitar yang benar. saya sedikit coba mengangkat satu tulisan sesuai dengan judul tersebut diatas dan Dalam tulisan ini mungkin saya tidak menyinggung masalah proses belajar-nya terlebih dahulu, tapi saya cuma ingin menulis dan mendiskusikan suatu topik "Belajar Musik apa Belajar Gitar" dan ini mungkin lebih tepat kalau saya sebut suatu "Renungan", yang mungkin nanti bisa menjadi masukan bagi rekan2 musisi, siswa2 yang sedang mempelajari music dan tentunya termasuk saya sendiri yang sedang menjalani proses belajar tersebut.

Mengapa topik ini saya tulis, karena belakangan ini baik menurut pengalaman pribadi saya, ataupun mendengar cerita pengalaman dari teman2, saya memperhatikan ada suatu kecenderungan, proses belajar Gitar khususnya lebih kepada masalah "Ketrampilan Teknis bermain" saja, tapi banyak yang melupakan masalah "Ilmu Musik-nya" itu sendiri. Padahal kalau menurut saya pribadi (dan mungkin pendapat saya ini bisa salah), Salah satu yang penting bagi pemain Gitar dari jenis apapun (Jazz, Klasik, Rock, Blues dll) adalah, selain belajar ilmu teknis ketrampilan tersebut, juga harus benar2 mempelajari Ilmu Musiknya itu sendiri yang kalau dipelajari dengan benar akan sangat membantu kita sebagai pemain dalam bermain, dan sangat membantu kita sekali dalam menjalani proses belajar, dalam suatu tahapan yang awalnya mulai dari Imitasi, Asimilasi dan selanjutnya pada akhirnya kita bisa jadi seorang Innovasi/Innovator yang dapat membuat suatu karya seni yang bisa ditampilkan, dan yang benar2 bisa menjadikan kita sebagai seorang musisi yang baik dan mempunyai basic yang kuat. Dan tentunya proses dari seorang Imitator, kemudian menjadi Asimilator dan selanjutnya akan menjadi seorang Inovator, agak sulit diwujudkan kalau tidak memiliki kemampuan/mengerti mengenai Ilmu Musik-nya itu sendiri.

Jangan lupa !!!, Gitar hanyalah Alat seperti juga alat musik lainnya (Bass, Drum, Piano dll), yang merupakan wadah Implementasi dari apa yang kita tahu mengenai Ilmu Musik, dan juga wadah dari luapan Ekspresi/Emosi dan disokong pula oleh wawasan yang kita miliki, baik itu wawasan musik maupun wawasan ilmu lainnya, yang nantinya pada saat kesemuanya itu diimplementasikan sebagai suatu karya, akan menghasilkan suatu karya baik itu secara teknis, maupun secara ilmu musik, ataupun secara pandangan umum benar-benar dapat dipandang sebagai suatu karya yang berkwalitas, berbobot, dan dapat pula dinikmati (tapi kalau bicara suka/tidak suka ini bersifat selera dan akan menjadi sangat relatif).

Saya tidak mengatakan belajar teknis itu tidak penting …, hal ini juga sangat penting, karena kemampuan teknis akan mendukung sekali pada saat proses peng-implementasi-an, tetapi sekali lagi saya yang juga masih belajar ini menghimbau, supaya rekan2 yang juga sedang dalam proses belajar jangan melupakan, sempatkan pula untuk mempelajari Ilmu musik-nya itu sendiri.

Karena setelah kita mempelajari apa itu yang namanya Bending, Tapping, Sweeping, Memetik Apoyando, Tyrando, Tremolo, Slide, dan lain sebagainya, selanjutnya kita harus mempunyai Ide untuk membunyikan perpindahan notnya, agar terdengar harmonis, enak didengar dan lain-lain, nah … ide2 perpindahan not ini memang dapat tercipta lewat rasa kita yang sensitive, tapi dalam keadaan tertentu rasanya hanya mengandalkan rasa saja tidak cukup, akan lebih baik rasa yang sudah terasah itu dilengkapi juga oleh ide2 atau kaidah2 yang ada didalam musik yang memang telah ditulis dari pengalaman musisi pendahulu kita yang sudah mencapai proses ribuan tahun.
Dari masalah Microtime (binary/ternary), Major Scale 12 key, Interval, Chord, Progression Chord, Cadence,Counter Point, dan banyak lagi ilmu lainnya, baik ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Komposisi maupun Harmoni dan tentunya tidak ketingalan yang menyinggung masalah latihan Ear Training dan Ritmik, sampai yang berkaitan dengan Ilmu Sejarah Musik, kesemuanya itu penting dipelajari dalam proses kita berupaya menjadi seorang musisi yang baik dan benar (dengan catatan kesemuanya ini penting untuk orang yang memang benar-benar serius ingin mempelajari Musik). Jangan lupa Musik itu memiliki unsur HARMONI, MELODI & RITMIK. Dan juga sebagai Gambaran, seorang Siswa music pada sebuat Universitas Musik sama dengan siswa dari jurusan lainnya, untuk lulus sebagai Sarjana music dengan gelar S1 Musik, paling tidak harus menyelesaikan 146 sks, dan Jumlah 146 sks itu bukan hanya terdiri dari Pelajaran MAJOR/bermain/ketrampilan saja, tapi juga pelajaran pelajaran yang berhubungan dengan TEORI MUSIK, RITMIK, EAR TRAINING, WAWASAN dan juga beberapa Mata Kuliah Umum yang tujuannya , Selain Siswa bisa menjadi Pemain yang andal, Trampil, juga memahami apa yang dilakukannya, dan Berwawasan luas, baik Wawasan musik maupun Wawasan dunia secara Umum, semuanya itu Penting.

Dan mempelajari kesemuanya itu, bukan dengan maksud nantinya setelah kita menjadi pemain akan menjadi pemain yang kaku dan penuh aturan …, semua aturan itu nantinya boleh-boleh aja ditabrak, dan itu sah-sah saja selama kita bisa mempertanggung jawabkan karya kita tersebut, bahkan seorang Bethoven pun pernah berkata "Saya ingin mempelajari semua aturan musik itu, supaya nanti dapat menabraknya ….", dan bukankah didalam perkembangan musik Jazz dari Musik Swing ke Bebop itu sendiri adalah suatu perubahan yang revolusioner yang sarat dengan tabrakan aturan2 dari musik sebelumnya, dan bukankah dalam dunia musik itu sendiri kita pernah mendengar aturan Tonal dan Atonal yang mencoba melawannya.

Sekali lagi penabrakan dari semua aturan itu bisa sah-sah saja, tapi bagi kita yang Pemula dan sedang baru coba belajar ini, Mulailah dari sesuatu yang benar terlebih dahulu, selanjutnya terserah anda …….? Bukankah orang yang sedang belajar melukis, harus belajar melukis Indah dulu sebelum bisa melukis Abstrak

Dan didalam proses belajar, kita jangan berhenti pada phase Imitator saja dan berjalan ditempat sebagai plagiat ulung, lanjutkanlah proses belajar ber-Asimilasi, analisa bagaimana seorang Yngwie yang bermain begitu cepat tapi masih dapat memilih nada yang Enak, dan belajar-lah dengan tidak hanya menganalisa Yngwie, tapi cobalah lebih dalam menganalisa apa yang dipelajari oleh Yngwie itu sendiri, misalnya Paganini dll, analisalah seorang Eric Clapton yang justru bermain dengan sangat cool dan tidak menitikberatkan pada kecepatan tapi tetap bisa enak juga, analisalah mengapa seorang Jimi Hendrix bisa disebut sebagai Dewa Gitar, apa aja sich, ilmu music yang diterapkan oleh beliau sebenar-nya selain teknik akrobatiknya, Analisalah seorang B.B King mengapa dengan dasar Blues Scale/Pentatonik yang sebenar-nya kita juga mungkin pernah tahu, tapi beliau bisa bermain jauh lebih enak dari kita …dan lain-lain, pasti ada sesuatu disana yang bisa kita ambil pelajaran dan nantinya mungkin kita bisa kembangkan menjadi suatu ide baru …. Setelah proses analisa/asimilasi tersebut kita jalankan, coba lah secara perlahan kita terapkan,kembangkan sedikit/step-by step yang selanjutnya mudah2 an kita bisa mencapai menuju menjadi seorang yang bisa memberikan suatu Inovasi didalam dunia musik yang kita cintai ini.

Tapi mungkin kesemua proses itu sulit untuk kita jalankan kalau kita tidak memiliki ilmu pengetahuan musik yang cukup, jadi sekali lagi saya mengingatkan untuk saya pribadi dan rekan2 "Belajarlah Musik, jangan hanya belajar Gitar".

Jangan hanya belajar Gitar, BELAJARLAH MUSIK
Jangan hanya belajar Bass, BELAJARLAH MUSIK
Jangan hanya belajar Piano, BELAJARLAH MUSIK
Jangan hanya belajar Drum, BELAJARLAH MUSIK

Suka halaman ini? Beritahu teman: