Home > Artikel > Folk Music

Folk Music

Penulis: Beben Jazz

Penerapan istilah yang sangat luas dari “folk musik” adalah, berkenaan dengan musik yang diciptakan dan ditampilkan oleh pemusik amatir dan turunkan/disebarkan secara lisan tanpa pendidiikan formal. Musik folk bukan hanya bersumber dari balada orang-orang Skotlandia dan Irlandia dan dari pegunungan Appalachian, tetapi juga dari musik blues pedesaan di Missisippi Delta dan musik “Drum Heavy” dari barat-daya Afrika, juga dari tradisi tribal lainnya.

Pada abad 20 di Amerika, definisi folk-musik lama kelamaan menjadi sempit sejak corak musik lain mempengaruhi perkembangannya. Hal yang cukup penting terjadi ketika terjadi awal pasca perang dunia II, Yaitu ketika lagu-lagu WOODY GUTHRIE yang dipopulerkan oleh “the weaver”, dimasuki unsur pop. Kemudian pada pertengahan era ’50, dua kubu yang berbeda berkembang dari popularitas 1955 the weavers sampai ketika Bob Dylan tampil dengan elektric guitar pada “New Port Folk Festival” tahun 1965.

Kubu pertama mengikuti jejak Guthrie, menyanyi dan mencipta lagu-lagunya sendiri dengan aksen Oklahoma gaya Guthrie. Kubu ini cenderung lebih berbau politis dan artistik yang kebanyakan terdiri dari figur-figur individual. Bob Dylan adalah yang paling menonjol dan yang lainnya seperti Phil Ochs, Tom Paxton, Dave Van Ronk, juga termasuk dalam kubu tersebut.


Kubu kedua mengikuti jejak “the weaver”. Tidak menyanyikan lagu sendiri, kadang membawakan juga lagu dari kubu pertama tapi dengan versi yang lebih ringan dengan harmoni yang lebih dipermanis, karena lebih bersifat menghibur tidak politis. Peter, Paul and Mary, Kingston Trio, the Limeliters beberapa diantaranya.

Setelah tahun 1965 dari kubu pertama pada umumnya bergabung dengan “rock and roll”, terutama pemusik-pemusik “singer/songwriter” dari era awal ’70. Pada akhir dekada ’70 puncak ledakan musik folk usai, tetapi musik folk tetap segar dan menyebar ke setiap pelosok, di ratusan club-club US dan Eropa, dan berbagai festival musim panas. Generasi baru singer/songwriter terus bermunculan, bilamana mereka tidak dapat menembus pasar nasional, mereka memasuki sirkuit label-label indipenden seperti Flying Fish Record.

Suka halaman ini? Beritahu teman: