Home > Artikel > Rhythmn & Blues Music

Rhythmn & Blues Music

Penulis: Beben Jazz

Pada umumnya R&B tidak dapat diartikan seperti salah satu jenis musik dengan kriteria tertentu, melainkan merupakan sebuah istilah “kolektif” untuk berbagai jenis musik yang mempelopori musik rock.

Mula-mula yaitu pada tahun 30-an, istilah R&B menuju kepada orang Negro saja, bahkan terdapat istilah “race-musik”, namun istilah ini dihapus sebab konotasi negatif-nya terlalu berbahaya. Musik R&B Kebanyakan berlandaskan musik blues, akan tetapi dengan unsur ritmis yang lebih tajam dan bergairah (pengaruh jazz, terutama gaya swing, juga terlihat. Sekitar pada akhir tahun 50’an musik R&B juga dapat digabung dengan “populer music” kaum kulit putih, demi keuntungan komersial. Artis utama yang menampilkan gaya demikian adalah: NAT KING COLE Pada tahun 50-an.

Walaupun sulit sekali merumuskan ciri khas gaya “R & B”, boleh dikatakan bahwa unsur-unsur musik demikian dilestarikan terus-menerus, barankali justru karena sampai sekarang istilah R&B belum pernah di eksploitasi seperti suatu merek komersial oleh industri rekaman* (*artinya: musik R&B Kebanyakan juga bersifat komersial, akan tetapi pada umumnya kurang dipasarkan dengan merek R&B).

Bila a) bentuk harmoni blues (termasuk artikulasi dan intonasi nyanyiannya), b) struktur ritmis yang lebih hidup, serta c) sedikit unsur country atau lagu bentuk strofis yang populer (orang kulit putih) dapat disebut sebagai ciri khas musik “R&B”, maka hampir setiap group pada tahun 60’an punya unsur tersebut. Contoh: THE WHO & ROLLING STONES “Pictures of Lily”.

Terminology ini berawal pada dekade ’40, yaitu Black Pop, sintesis dari big band jump-blues, Tin Pan Alley, Swing, dan Rock & Roll. R & B bergabung dengan Soul setelah Soul menjadi unggul pada dekade ’60. Contoh: Johnny Ace, La Vern Baker, Ray Charles, dan Fats Domino.

Suka halaman ini? Beritahu teman: