Home > Artikel > Rock Music

Rock Music

Penulis: Beben Jazz

Definisi musik Rock sangat sulit untuk diuraikan dengan sederhana, tak seorang pun dapat melacak asal muasalnya hanya dari satu sumber saja. Tidak juga kita bisa mendefinisikannya dengan kata-kata seperti musik “pemberontakan” atau musik “sex”, walaupun banyak lagu Rock yang bertemakan demikian, namun kita tak mungkin dapat menemukan satu kata yang dapat mewakili keaneka ragaman jenis musik rock tersebut. Musik Rock adalah musik yang paling beragam yang lahir di abad 20.

Begitu banyak produser, penyanyi, pencipta lagu dan musisi yang berperan dalam mencipta dan mengembangkan musik rock ini. Para ahli kritik dan sejarah menetapkan “Jackie Brenston’s “Rocket 88”, direkam pada tahun 1951 di Sam Phillip’s Sun Studio, Memphis, Tennessee, sebagai album Rock ‘n Roll yang pertama.

Lepas dari definisi istilah “Rock”, pada umumnya musik jenis ini memiliki karakteristik, menekankan pada ritme, suara instrumen yang kasar dengan tema lirik yang mengacu pada seksualitas dan keduniaan , meskipun belakangan juga ada beberapa group yang memasukkan unsur rohani didalam lirik-nya. Sejak perkembangan awalnya, energi musik rock mengekspresikan jiwa remaja yang memberontak atau mencari pelarian. Pada awalnya Rock and Roll bangkit dari Blues dan R & B atau Gospel, serta dari musik pop, folk dan country. Iramanya juga pada waktu itu bisa digunakan untuk pesta-pesta dansa. Pada pertengahan dekade ’60, corak musik rock and roll yang berorientasi ke atas pentas di istilahkan dengan “Rock” saja. Perkembangan musik rock dari rock and roll yang beragam kemudian mendapat berbagai sub – kategori seperti, country-rock, folk-rock, blues rock dsb.

 

Rockabilly

Rockabilly adalah perkawinan antara Hillbilly, Country dan Delta Blues. Rockabilly diungkapkan pertama kali di Sun Studios di Memphis, Tennessee, sekitar pertengahan decade ’50. Jenis musik ini biasa dimainkan dengan Kelompok Kecil yang terdiri dari Akustik Bass, Electric Ritem Gitar/Akustik Gitar, dan Drum Set yang minim, dengan tambahan corak vokal dengan gaya tertentu (sedakan & gagapan). Contoh: Elvis Presley, Carl Perkins, Jerry Lee Lewis, Gene Vincent, Wanda Jackson, Eddie Cochran atau pada era 80-an, juga ada satu group yang coba mempopulerkan gaya ini kembali yaitu: Stray Cat (Brian Setzer cs.)

Rock & Roll

Seperti halnya istilah Jazz, Rock & Roll pada dasarnya adalah bahasa halus (eufemisasi) untuk hubungan seksual. Rock & Roll menekankan pada ritme, suara instrumen yang kasar untuk saat itu dan tema lirik bercinta melandasi corak seksualitas dan duniawi. Secara musikalitas, corak rock ‘n roll mencoba melepaskan dari akar-nya Blues, dengan gaya walking bass-nya yang Khas serta gaya ritem-nya membuat musik ini sangat cocok dipergunakan untuk acara pesta-pesta dansa, dan saat itu juga musik ini menjadikan musik sebagai suatu mode serta gaya hidup. Contoh: Chuck Berry, Bob Seger dll.

Roots-Rock

Terminologi ini diterapkan untuk musik akustik/electric rock yang cenderung mengambil corak dari ragam tradisi musik Amerika seperti Country, Blues, R&B, dan Folk, misalnya: Dave Edmunds, John Hiatt, Spanic Boy dan the Blasters.

Rock/Pop

Pada dasarnya istilah ini mengacu pada materi atau produk yang berorientasi pada komersial dan mudah diterima publik, dengan menggabung kan unsur musik Pop dari sisi Progression Chord-nya atau Hamoni-nya dan dengan tetap memasukkan unsure-unsur musik rock dari sisi touching/gaya bermelody atau dari sisi sound/distorsi-nya yang agak diperhalus. Para artis yang mengidap corak ini seperti: Bon Jovi, Peter Frampton dsb.

Folk/Rock

Ketika Bob Dylan memasukkan “roh” rock and roll yang berorientasi blues kedalam musik folk, dia seakan membuat suatu landasan untuk perluasan tema musik rock yang lebih berbobot dengan tema syair lagu yang lebih luas, dimana pada umumnya musik rock saat itu hanya mengacu pada masalah remaja atau seksualitas muda-mudi.

Sebenarnya juga musik kelompok The Byrds dapat didefinisikan sebagai musik folk-rock. Karena mempunyai ciri-ciri yang ditandai dengan suara ritem gitar yang dipengaruhi oleh musik folk (didominasi oleh gitar 12-strings Rickenbacker) dan harmoni vokal yang jernih (beberapa lagu mereka di aransemen oleh Bob Dylan dan Pete Seeger, juga musik folk tradisional), sangat besar pengaruhnya terhadap pemusik-pemusik untuk beberapa generasi. Pada pertengahan decade ’60 banyak artis/musisi yang mengikuti the Byrds, terutama di Pantai Barat Amerika, seperti The Turtles, The Beau Brummels, penyanyi dan pencipta lagu P.F Sloan, the Plimsouls dan Tom Petty & The Heartbreaker adalah contoh pemusik Folk-Rock yang lebih mutakhir.

Blues/Rock

Pada umumnya tetap berpegang pada format dengan bentuk blues, tetapi dimainkan didalam kerangka konteks Rock-Band, dengan tambahan perkembangan amplikasi dan sound effect. Biasanya berorientasi pada “groove” (hentakan irama yang konsisten) dengan menampilkan instrumen utama memainkan Improvisasi yang mengembangkan gagasan dari tangga nada blues. Contoh: Stevie Ray Vaughn, Rory Gallagher, Roy Buchanan, Canned Head dan ZZ top.

Southern Rock

Corak musik ini berkembang di awal decade ’70 seperti kelompok-kelompok Allman Brothers, Lynyrd Skynyrd, Charlie Daniels Band, Wet Willie, Marshall Tucker Band, dan Atlanta Rhythmn Section. Tema musik ini mengarah pada rasa dan keprihatinan di daerah Amerika Bagian Selatan. Secara musical, Southern Rock mengambil unsure Country, Soul, R & B, Folk, Gospel dan sebagaian dari musik Jazz.. Musik ini juga menonjokan permainan Improvisasi dengan landasan ritme atau groove yang kuat dan kadang disertai oleh dua lead Gitar (1 Slide Gitar) bermain bersamaan dalam satu kelompok. Pola ini menjadi karakteristik ciri umum dari musik Southern Rock.

R&B/Rock

Jenis Rock ini lebih menampilkan ritme Swing dari R & B, dan alat-alat tiup juga menjadi unsur yang umum. Jadi Konsep-nya dari perpaduan unsur2 Swing dengan R&B ditambah perkembangan modernisasi musik yang sedang berproses saat itu, dan tentu-nya mengenai Swing dan R&B jangan dilihat secara terpisah, karena output-nya musik ini akan sangat berbeda dari ke-2 akarnya tersebut. Misalnya: J. Geils Band, Southside Johnny, dan beberapa Album dari Van Morrison.

Tex-Mex

Juga dikenal sebagai musik Tojano, musik ini berasal dari Texas. Tex-Mex berawal dari abad 18 (1700), mengambil tradisi musik rakyat Spanyol dan Mexico. Selama lebih dari 30 tahun Tex-Mex mengadopsi unsure-unsur dari Country, Rock dan R&B, Contoh: Joe King Carraso, Ry Cooder, David Lindley, Dough Sahn dan The Texas Tornadoes.

British Invasion

Sementara publik Amerika memuja idola pop remaja pada awal dekade ’60, remaja dan pemuda Inggris mengalami revolusi pop dan rock, yang diinspirasikan oleh blues, country, pop Amerika, dan rock & roll/garage-rock. Dari beberapa kelompok yang muncul, the Beatles, the Rolling Stones adalah contoh terbaik dalam mengadopsi pengaruh-pengaruh unsur corak musik Amerika dan menciptakan sesuatu yang membangkitkan musik pop dan rock dari kejenuhan. The Beatles dan the Rolling Stones, keduanya merefleksikan pengaruh corak musik Amerika, akan tetapi lambat laun musik mereka menjadi sumber karya cipta asli yang mandiri.

Kelompok musik (British Invasion) dari Inggris lainnya selain kedua group tersebut diatas: The Yarbirds, Peter & Gordon, Gerry & Pacemaker, Herman’s Hermit, Billy J. Kramer & the Dakotas, Them, the Kinks, The Animals, dan the Who.

Country Rock

Di akhir dekade ’60 beberapa artis rock, mencari jejak kembali ke musik country. Gram Parsons adalah orang pertama yang memulai gerakan ini dan kemudian disebut sebagai pemusik country Rock. Sebagai anggota the Byrds, ia banyak berperan dalam penerbitan album contry rock pertama “Sweetheart of the Rodeo”. Nama lainnya: Flying Burito Brothers, Poco, Pure Prairie League, Linda Rondstant, dan the Eagels.

Psychedelic

Sekitar dekade ’60, berbagai artis mencari cara untuk memperluas cakrawala musiknya dengan menggunakan obat/narkotika, akhirnya menciptakan suatu genre baru didalam musik Rock, yaitu Psychedelic Rock. Pink Floyd, Jimmy Hendrix, Blue Cheer, Jefferson Airplane, Quicksilver Messenger Service dan masa akhir dari karir THE BEATLES.

Art Rock/Classical Rock/Progressive Rock

Corak musik akhir dekade ’60 dari the beatles, banyak mempengaruhi musisi dalam membentuk format musik rock secara lebih serius. Art Rock atau Classical rock adalah realisasi pengaruh tersebut. Kelompok2 seperti the Moody Blues, Procol Harum, Genesis, Gryphon, dan E.L.P (Emerson Lake & Palmer) memasukkan gagasan struktur klasik kedalam aransemen komposisi musik rock. Progressive Rock muncul pada bentuk Art-rock dengan penambahan energi yang diambil dari unsur Hard-Rock, misalnya kelompok King Crimson, Yes, dan Rush

Power-Pop/Anglo-Pop

Sementara musik rock makin bertambah berat dan serius di penghujung dekade ’70, berbagai pemusik melanjutkan corak pop/rock yang melodius dan ringan dari British Invasion. Umumnya aliran ini menampilkan harmoni yang apik dan menggunakan corak dari permainan gitar the Byrds atau dari periode pertengahan the Beatles. Tidak seperti kebanyakan musik rock, komposisi musiknya lebih mengutamakan melodi dari pada ritme. Contohnya: BadFinger, Big Star, Shoes, the Raspberries, Michel Pen, the Db’s, Bill Floyd, the Posies.

JESUS ROCK

Corak White, musik kontemporer yang populer pada dekade ’60 dan ’70, berhubungan langsung dengan gerakan ideologi Jesus. Para pionernya membawa elemen R & B, Rock & Roll kedalam pujian-pujian. Artis-artis-nya antara lain: Larry Norman dan Randy Stonehill.

Garage Rock

Rock’n Roll bukan musik yang mementingkan teknik kemahiran bermain, dan garage rock memastikan konseptualisasi tersebut. Musik ini adalah sesuatu yang praktis dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun. Pada dasarnya banyak lagu-lagu hits rock and roll dalam struktur yang sederhana dan hampir “idiot”, tak perduli apakah musik tersebut diciptakan oleh group seperti Kingsmen dalam lagu “Louie Louie”, the Kinks “You really got me”, atau the Ramones “I wanna be Sedated”. Karakteristik garage rock yang amatir dan dengan energi ugal-ugalan, mengarah pada kelahiran corak baru yaitu: PUNK dan ALTERNATIVE ROCK.

Hard Rock

Penemuan gitar distorsi pada pertengahan dekade ’60 telah menciptakan konsep umum untuk rock yang berorientasi pada blues dan psychedelic. Hasilnya adalah corak musik rock yang agresif. Warna suara yang lebih lebar dihasilkan oleh efek distorsi dan fuzz-tone pada gitar. Juga permainan drum dan bass yang lebih agresif melahirkan musik Hard Rock. The Yarbirds memiliki perangkat yang tepat dalam perkembangan musik ini, dan aransemen musik yang tidak konvensional. Kelompok the Who juga memberikan landasan dengan pendekatan anarkis pada ritme dan harmoni gitar yang tebal.
Karakter musik ini diperluas oleh kelompok Led Zeppelin, Cream, Jimi Hendrix, Steppenwolf, dan Deep Purple. Beberapa tahun kemudian spirit hard rock dilanjutkan oleh kelompok Van Halen, Blue Oyster Cult, Aerosmith, Bad Company, Scorpion, AC/DC, Telsa, Gun N’ Roses dll.

Heavy Metal / Trash

Sementara Hard-Rock bertambah agresif, corak musik rock Heavy Metal muncul di awali karya William Burrough “Naked Lunch” dan kemudian digunakan dalam lagu anthem “Born to be Wild”.
Black Sabbath dengan suara seram dan geram melandasi musik metal untuk eksplorasi yang bertema iblis. “Trash” menggunakan energi yang berlebihan dari Punk dan tonalitas Heavy Metal didalam corak musik yang berirama cepat. Melampaui dekade ’80 dan ’90 musik ini berevolusi lebih jauh ke corak SPEED METAL, dan DEATH METAL, dengan karakter irama yang cepat, ketidak berakalan, dan kegelapan batin. Gaya permainan dari drumer John Bonham pada beberapa lagu Led Zeppelin, juga turut memberikan ketukan dasar musik Heavy Metal.

Fusion

Sekitar pertengahan dekade ’70, fusion mencakup imaginasi pemusik-pemusik Jazz dan progressive rock yang ingin menampilkan komposisi dan teknik bermusik. Dengan beberapa perkecualian, fusion berorientasi pada musik instrumental, walaupun ada juga beberapa musik Fusion dengan Vokal. Dalam beberapa hal, fusion sangat dekat dengan progressive rock, hanya bedanya fusion menyertakan teknik permainan Jazz dengan Improvisasinya. Seperti kelompok: Return to Forever, the Mahavishnu Orchestra, Al Dimeola, Weather Report, Dixie Dregs … dll.

Hardcore

Jenis ini adalah percampuran unsur Punk dan Trash kedalam corak yang lebih agresif. Misalnya: Husker Du, Tendencies, the Misfits, Bad Brains, Dead Kennedy, dan Meat Puppets

Alternative Pop/Rock

Ketika corak New Wave berakhir tanpa arti, pencapaian aliran alternative rock/pop mewakili musik yang lebih sesuai untuk kampus2, radio2 dari pada musik top 40 atau jalur rock radio-FM. Contohnya R.E.M, Echo & the Bunnymen, Sonic Youth, the La’s, Julian Cope, XTC, Psychedelic Furs, the Cocteau Twins.

PUNK

Semenjak musik rock tambah baur pada dekade ’70, dan telah kehilangan sebagian karakter dasarnya. Punk dianggap sebagai musik Rock yang masih mentah dengan karakter amatir, dan baru berkembang. Pergerakan musik ini didapati kebanyakan berakar pada corak aggressive rock, yang masih mentah dari era tahun ’60 dan pada awal dekade ’70, seperti the Stooges, Velvet Underground. MC5, New York Dolls dan masa awal the Who. Struktur musik Punk umumnya tidak memiliki bagian Instrumental interlude, dan menekankan irama yang minimalis. Contoh: the Ramones, the Clash, the Sex Pistols, the Buzzcooks, Richard Hell & the Voiddoids, menempati puncak spririts musik Punk.

Istilah ini sebenarnya berarti “sampah” (barang yang tidak berharga …), walaupun merek ini sering digunakan, defenisinya dari segi musik dan ekspresinya agak sulit. Untuk pemahaman aliran “Punk”, gaya tahun 1977 dan selanjutnya, situasi politis di Inggris penting sekali. Pada waktu itu pengangguran sedang naik sekali, sedangkan status dan kualitas ekonomi semakin menurun. Dengan kata lain, terdapat suatu landasan yang khas sekaligus sangat kondusif untuk sebuah gerakan sub-kultur yang pada hakekatnya bersifat keras dan anti.

Musisi2 Punk berusaha tampil dengan citra “rusak”, “Kotor”, “protes” dsb. Sama halnya dengan musik mereka yang sangat monoton, keras, bahkan bersifat “ anti keterampilan alat musik. Filsafatnya adalah: “Semakin Kasar dan Keras, semakin bagus. Bila mula-mula “Estetika Punk” dapat ditafsirkan sebagai reaksi terhadap masalah sosial, maka sebentar lagi industri musik justru mengkomersialkan penampilan demikian, sehingga Punk menjadi sebuah mode, akan tetapi bukan suatu ekspressi lagi yang utuh dan murni. Dari satu sisi, hubungan dengan “Heavy metal” dan “Trash Metal” Nyata sekali, boleh dikatakan , kedua aliran ini, secara historis kurang merupakan semacam sub aliran dari “Heavy Metal” atau “Hard Rock”, melainkan merupakan kelanjutan dari “Punk” tahun ’70 an.

Suka halaman ini? Beritahu teman: