Home > Artikel > Swing to Bebop

Swing to Bebop

Penulis: Beben Jazz

Five who helped make a revolution

Sebenarnya perkembangan Jazz dari era Swing ke Bebop tidak terjadi secara begitu saja, serta merta mendadak berubah. Tetapi secara akumulasi sudah dimulai oleh 5 tokoh Jazz terkemuka yaitu :

  • Roy Eldridge - Trumpet
    Lahir Tahun 1911 di Pittsburgh
    Penghubung yang jelas antara Louis Amstrong dan Dizzie Gilespie, walaupun dia menyerap permainan trumpet Rex Stewart, Red Nichols, Henry Red Allen dan juga Louis Amstrong. Dia dibekali kecepatan, kemampuan teknis, pengetahuan harmonis, serta ritme tanpa cela dan dia juga memiliki penghayatan drama dan expresi yang nyata
  • Charlie Christian - Gitar
    Lahir Tahun 1919 di Dallas, Texas. Yang pertama memaksimalkan potensi gitar listrik tidak hanya sebagai alat rhythmn pengganti banjo, walaupun kariernya berakhir seiring kematiannya pada usia dua puluh enam tahun. Dia seolah olah muncul dari daerah antah berantah di Midwest. Permainannya berciri khas dan jernih dengan line panjang seperti line alat tiup dan penuh dengan figur riff yang menghasilkan entakan ritmis bertenaga seperti dalam rekaman Benny Goodman “Gone with what Draft” (The genius of the electric guitar, Columbia 460612)
  • Art Tatum - Piano
    Lahir Tahun 1909 di Ohio. Pianis Buta Sebelah yang bersekolah pada sekolah khusus Buta dari Kecil, dan sekaligus juga bersekolah Musik. Dianggap sebagai salah satu Pendekar dalam teknik bermain Piano abad ini, boleh dibilang dia adalah pianis yang menyerap semua aliran yang muncul sebelum dirinya, dan dia dapat memainkan semuanya, dari boogie-woogie, pop, stride, dan swing dengan kecepatan tinggi dan teknik piano yan belum pernah terdengar dalam blantika jazz. Dia seakan-akan mengaransemen ulang semua yang ia mainkan begitu saja sehingga lagu yang paling sederhana pun terdengar baru.Namun daya kreasi harmonisnyalah yang menarik perhatian musisi.Dia sering menggunakan nada-nada atas pada akor atau memasukkan akor substitusi dengan sangat lembut dan dalam kecepatan yang tidak disadari kebanyakan pendengar. Tapi para pemain alat tiup menyadarinya, dan dia adalah pengaruh bagi seluruh generasi, terutama Bud Powell, Al Haig, dan pianis-pianis pertama Bebop
  • Jimmy Blanton - Bass
    Jarang sekali Bassis yang menjadi inovator, apalagi berpengaruh, namun Jimmy Blanton, terlepas dari kariernya yang singkat (seperti Charlie Christian, dia meninggal dalam usia 23 tahun), telah mengubah masa depan Jazz, mengkombinasikan fondasi ritmis yang kuat dengan permainan melodis dan kontra melodis yang dapat mengangkat band setiap malam. Sebagian kariernya dihabiskan bersama band Duke Ellington. Dan untungnya Duke Ellington dapat menonjolkan dan merekam permainannya dengan baik (Charles Mingus ingat, ia pernah mendengarkan permainannya dari belakang panggung dengan jelas saat beliau main bersama Duke Ellington)
  • Lester Young – Saxophone
    Lester Young adalah musisi yang membalikkan aturan saxophone tenor yang diterapkan Coleman Hawkins. Dalam band Count Basie, dia dijadikan penyeimbang permainan tenor rendah Herschel Evans dan Alter Ego nyanyian Bille Holiday. Young bermain lebih tinggi dan lebih ringan dengan pendekatan harmonis dan ritmis yang sangat rumit serta tanpa Vibrato.Solonya menggunakan elemen-elemen kecil materi melodik yang disatukan dengan kreatif sehingga permainannya menjadi rancak, terbuka, dan naratif. Seperti yang mungkin digambarkan Young, dia “bercerita”. Pengaruh seperti itulah yang membantu terbentuknya bop dan cool Jazz. Permainan Yong terwakili dengan baik dalam beberapa lagu dalam rangkaian musikal “Lester Leaps In”

BEBOP : 1945 – 1953

Latar belakang

  • Kondisi suasana perang dunia kedua
  • Kenyataan masih ada-nya diskriminasi bagi kaum kulit hitam
  • Pertanyaan yang mendalam, mengenai kelanjutan perkembangan musik Jazz Selanjut-nya
  • Jam Session-nya musisi-musisi Jazz saat itu, khususnya dari kalangan Muda “Milton Playhouse, Fifty Second Street, dan Onix Club

Rekaman Awal Bob

Rekaman bob pertama keluar pada tahun 1944 oleh swing band bergaya bob pimpinan Coleman Hawkins yang diberi julukan “bapak” saxophone tenor ini yang lahir pada tahun 1904. Kelompok ini terdiri dari 12 pemain, dan beberapa pemainnya antara lain John Birks Gillespie yang nanti nya lebih populer dipanggil dengan sebutan Dizzie Gilespie. Beliau mendapat gelar “Dizzie” karena pribadinya yang sulit ditebak, pemain saxophone Leo Parker, Budd Johnson, pemetik bass Oscar Pettiford dan pemain drum Max Roach.

Charlie Parker sendiri yang dianggap sebagai suatu fenomena dan salah satu tokoh sentral di dalam musik Bob, membuat rekaman bersama Dizzie dengan warna kombinasi antara Swing and Bebop pada tahun 1945.

Suatu Fakta

Tapi bebop tidak pernah menjadi sepopuler swing, karena itu banyak musik bob yang tidak sempat terekam, sehingga kesannya kurang menyebar. Selain itu bob memang dimainkan dan diciptakan bukan untuk konsumsi komersial, lebih ke arah yang bersifat musik seni dan sarat idealisme. Bahkan kalau boleh dibilang secara gamblang, bob adalah musiknya musisi, bukan musiknya penikmat. Meskipun pada akhirnya perkembangan hingga kini, banyak juga penikmat yang antusias mendengarkan musik jenis ini, khususnya menarik dalam suatu panggung pertunjukkan. Bentuk asli bob tidak berumur panjang, terutama setelah tokoh utama nya Charlie Parker meninggal pada tahun 1955 (beliau meninggal dalam usia relatif masih muda 35 th), walaupun sebenarnya beberapa variasi telah tercipta pada masa Parker masih hidup. Namun jiwa bob yang murni dan ekspressif masih bisa dirasakan dan sangat mempengaruhi hampir semua pemain jazz modern pada era 1950 hingga 1960 –an.

Catatan:
Boleh disimak Film Byrd

Karakter musik “Bob”

Ada beberapa perubahan yang terjadi didalam musik Bob, dibandingkan musik sebelumnya. Selain terlihat lebih spontan dan ekspresif dalam improvisasinya, penggunaan not kromatik juga sudah sangat lazim/sering digunakan, berbeda dengan musik sebelumnya yang tidak akan menggunakan kalau tidak perlu benar. Dan tema lagu/improvisasi terdengar lebih padat. Penggunaan not 1/8 dan 1/16 sering sekali digunakan. Bisa terdengar sebagai contoh pada karya2 Charlie Parker (1920-1955) misalnya, yang merupakan salah satu Tokoh utama didalam musik Bob ini yang banyak belajar dari Schonberg, Webern, Hindemith, Varese dan Strawinsky. Harmony Bob Terdengarnya lebih kompleks, kendati sebenarnya juga terasa lebih santai namun pelik. Ciri lain dari Bob, musisinya mulai memberikan aksen pada ketukan kedua dan keempat, bukan pada ketukan pertama dan ketiga seperti Jazz Tradisional. Bahkan, terkadang musisi Bob memberikan aksen diluar ketukan sama sekali (lebih bebas dan tidak terduga).

(*untuk lebih detail mengenai karekater musik bob ini, kami lampirkan : Bebop Characteristic : compiled by David Baker

BEBOP CHARACTERISTICS

  • Compiled by David Baker
  • Complex harmonic ideas
  • Longer melodic Phrases using odd intervals built on the extension option chord (9ths, 11 ths, 13 ths, etc
    Harmony gained equal footing with melody and rhythm (western influence
  • A sound instrumental technique was mandatory
  • A Good ear and a quick mind were indispensable
  • Eight note and sixteenth notes became the basic units of time
  • Horn aimed for clean, piano-like execution
  • Player followed the trend toward the vibrato less sound (reducing the latitude and flexibility of sound production is another western concept as a practical consideration, virtuosity demand an unencumbered sound
  • The emphasis was more on content than on sound
  • Complex chord provide the soloist with a broader harmonic base, consequently making possible a greater variety of note choices and higher incidence of chromatics.
  • Chord served as the improvisational referential rather than the melody
  • Hot Improvisation (fast, intense, impassioned) was the rule.
  • Collective Improvisation was exclusively between the soloist and the rhythm section.
  • Bebop was primarily a small band music, but found some expression in few select big band
  • A Broadened concept of chord substitution came into being; this helped to provide a broader harmonic base.
  • The Music moved ever closer to western European music because of it emphasis on harmony and instrumental facility and its increasing use of other western musical device
  • The Entire language of jazz was questioned, subs traced from, added to purged and reaffirmed.
  • Polyrhythmic became an important factor again
  • Bebop tended to codify all that had gone before; it considered the common practice period in jazz.
  • Unison melody statement were the rule of thumb because increasing harmonic complexities made counterpoint and secondary lines less feasible
  • The break as a structural device regained popularity
  • Bebop player made liberal use of “quotes” or interpolations from of the tones
  • Bebop reduced melody to its essentials. There was little background some brief introductions and ending, and some unison interludes.
  • Melodic lines were scalar rather than chordal
  • More sophisticated scales were introduced into the language; one example is the diminished scale
  • There was more effort to make the solo lines cohesive by linking the together with turn backs, cycles, and other musical adhesive devices.
  • Piano became the center of the new expression
  • Asymmetrical solo construction became a fact.

Tokoh Bebob

Charlie Christian
Dizzie Gillespie
 
 
Thelonious Monk
Charlie Parker

Suka halaman ini? Beritahu teman: