Home > Artikel > Belajar Lewat Jazz

Belajar Lewat Jazz

Penulis: Beben Jazz

Oleh: Beben Jazz
Pendiri Komunitas Jazz Kemayoran
Dosen Fakultas Musik Universitas Pelita Harapan

Suatu ketika dalam sebuah wawancara dengan binus.tv, tv streaming nya anak-anak binus yang kreatif, mereka bertanya "mengapa sih, mas beben mau capek capek terus meng-kampanyekan, memperkenalkan Jazz, dan mengapa juga harus Jazz ? he he he kalau dengan jawaban mudahnya tentunya pasti saya akan menjawab "ya , karena saya suka, hobby, bahkan lebih daripada itu, sudah tergila-gila, sudah ada didalam aliran darah, dan memang bergaul dengan Jazz membuat saya begitu sangat berbahagia. Awalnya dengan dasar ingin berbagi kebahagiaan, saya tak henti henti nya lewat orang per-orang terus menceritakan segala sesuatu tentang jazz, hingga meningkat akhirnya mendirikan sebuah komunitas jazz, yaitu komunitas jazz kemayoran yang tentunya melalui media ini saya bisa langsung berbagi kebahagian sekaligus dengan orang banyak, tidak selalu harus dengan orang per-orang meskipun hal itu masih terus dilakukan.

Namun diluar kebahagian yang saya rasakan , saya melihat sesuatu dari Jazz yang kita bisa belajar dari nya (Jazz). Misalnya:

Aura Jazz akan selalu membawa kita untuk belajar terus …, baik sebagai pemain maupun penikmat, orang yang bergaul dengan jazz selalu akan terus tertantang untuk menggali kerasa ingintahuannya, baik dari segi sejarahnya, Bio-pemain, cd literature maupun ilmu ilmu music yang berkaitan dengan Jazz, dan akhirnya sikap ingin belajar terus ini akan terbawa menjadi sesuatu kebiasan yang positif bagi kita dalam kehidupan sehari hari. Bukankah dalam kehidupan kita harus terus Belajar ?

Dalam sebuah workshop almarhum Bill Saragih pernah menjawab dengan gayanya yang Khas "Jazz memang untuk orang yang pintar" ketika seorang peserta menanyakan "Om Bill mengapa sih penggemar Jazz sedikit ?" he he tapi dibalik makna Jawaban om Bill adalah "Jazz bukan masalah milik kaya miskin, tua muda dll. Tapi yang pasti orang Jazz adalah orang yang selalu ingin Belajar …..

Miles Davis, pemain Trumpet salah satu tokoh dalam aliran Cool Jazz, pernah mengatakan "Jangan mainkan apa yang ada disana, jangan bermain yang sudah kami ketahui, bermainlah sesuatu yang belum kami ketahui" dari ungkapan Miles tersebut, kita bisa siratkan makna nya sikap Jazz bukanlah pemain yang dari rumah sudah menghapal Improvisasinya kemudian besoknya dimainkan di panggung sama persis, dan selalu memain sesuatu dengan cara yang sama, not yang sama. Sikap Jazz, adalah orang yang tidak ingin kehidupannya begitu begitu saja, stagnan, berada dalam zona kenyamanan, orang Jazz selalu ingin perubahan, selalu ingin berkembang, penuh kreatifitas. Nah inilah adalah salah satu sikap lagi yang kita bisa pelajari dari Jazz, hayukkk lakukan perubahan, hayukkk terus berkembang, buat suatu kejutan dalam kehidupan mu, bisa jadi hal itu akan menjadi suatu embryo kesuksesan kehidupan mu di masa depan

Ada Phylosofi dasar dari bermain Jazz "bermain sambil mendengar", Musik Jazz adalah music yang paling demokratis. Dan proses bermain sambil mendengar harus benar benar diterapkan ketika kita bermain Jazz. Memang ketika seorang pemula yang bermain hal ini belum benar-benar dapat dilakukan sempurna, karena biasanya seorang pemula "boro-boro mendengarkan permainan dari rekannya, karena sipemain tersebut masih sibuk dengan dirinya sendiri menghapal chordnya, menghapal scale dll. Istilah nya masih bermain di otak belum di hati", tetapi ketika seorang pemain sudah beres dengan urusan otaknya, pemain tersebut benar-benar bisa merasakan selain dari permainannya sendiri, juga bisa merasakan apa yang dilakukan oleh rekan mainnya. Jadi ketika kita terlibat bermain dalam sebuah Jazz Band kita akan berada disituasi ini, Di Jazz memang ada saat rekannya melakukan Improvisasi secara bergantian, kita memberikan kesempatan kepada rekan tersebut untuk curhat dengan not nya secara bebas, dan kita mendengarkannya.kemudian kita mendengar, dan menimpali, mensupport dengan sebuah voicing chord yang tepat, atau sebuah subtitusi chord yang dapat mensupport rekan kita agar permainan menjadi lebih indah, membuat agar rekan tersebut bermain menjadi lebih nyaman. Orang Jago di Jazz bukanlah sekedar orang yang hanya terampil bermain secara teknis, ketika bermain sendiri. Tetapi Jazzer sesungguhnya adalah pemain yang juga dapat mensupport rekannya agar main terlihat lebih Jago. Bukankah pembicara yang baik bukan artinya adalah orang yang hanya pintar berbicara terus, tapi juga pembicara yang baik adalah seorang Pendengar yang baik. Ada Demokrasi, ada Negoisasi di Jazz.

Jazz selalu menjadikan orang untuk menjadi dirinya sendiri. Unik, memiliki karakter sendiri adalah salah satu prinsip yang harus dipahami bagi pelaku Jazz. Seorang yang mempelajari gitar, tidak harus selalu berpikir harus bermain seperti Django Reinhardt, Charlie Christian, Vokalis jangan selalu berpikir harus bernyanyi seperti Sarah Vaughn, Ella Fitgeraltz, Louis Amstrong, ataupun Pianis harus berpikir bermain jazz harus selalu seperti Art Tatum, Thelonious Monk, bahkan Bob James.Dan Uniknya adalah masing-masing pemain yang disebutkan diatas tidak ada yang sama persis, Jazz membebaskan kita mendekati Jazz dengan cara kita. Jadilah diri sendiri, itu yang membuat kita akan bertahan lama di dunia Jazz ini, bahkan industry music sekalipun. Rod Stewart seorang vokalis yang lebih kita kenal dalam dunia music Rock, berapa tahun belakangan ini mengeluarkan album yang menyanyikan lagu lagu yang biasa dinyanyikan oleh orang Jazz dengan title "the great American songbook volume I-IV" yang merupakan salah satu album terlaris didunia. Didalam album tersebut seorang Rod Stewart tidak berusaha untuk menjadi siapa siapa, dia tetap bernyanyi dengan cara khas-nya. Kekhasan dan unik inilah yang membuat orang akan membeli cd kita, menonton kita, dan selalu membuat orang teringat akan kita. Kembangkan terus keunikan ini, dan menjadi Diri sendiri.

Ada 4 faktor sebuah music, sebuah lagu dapat dikatakan Jazz yaitu "Swing Feel, Blue note, Syncopasi, Improvisasi". Saya tidak akan menjabarkan semua aspek tersebut secara detail, karena ini bukanlah tulisan mengenai Pelajaran Musik Jazz.Salah satu factor yang membuat saya makin mencintai Jazz adalah "Improvisasi" dimana Improvisasi adalah hakekatnya manifestasi dari bentuk implementasi kebebasan. Secara sosialnya orang kulit hitam di Amerika saat itu benar-benar tidak bebas hidupnya dalam keseharian, praktek perbudakan, diskriminasi masih sarat begitu terlihat dalam kehidupan sehari-hari, boleh dibilang hanya ketika bermusiklah mereka benar-benar dapat sedikit longgar, mencurahkan segala uneg-uneg nya dalam not not yang dikeluarkan saat melakukan Improvisasi. Improvisasi dapat menjadi sebuah curhatan yang panjang, sementara yang lain mendengarkan, dan dilakukan sprontan, dan dari improvisasi ke improvisasi menariknya tidak ada yang sama persis not nya, itu yang membuat penonton Jazz selalu berhasrat menunggu kejutan demikian juga dengan para pemainnya. Dan seperti telah ditulis diatas, sebuah Improvisasi dilakukan secara spontan. Hal ini yang membuat pemain maupun penonton tidak jenuh dengan Jazz. Dan bukan Jazz tanpa Improvisasi, bukan Kehidupan tanpa kreatifitas spontan, Bukan kehidupan tanpa kebebasan.

Dan tentunya jika kita sebagai pemain, pastinya dari sisi ilmu music banyak hal yang bisa kita pelajari dari Jazz, baik dari sisi Harmoni, Melodi maupun ritmik. Saya sering bilang dalam setiap kesempatan, hayukkk belajar Jazz, dan tidak harus jadi pemain Jazz. Kalau memang akhirnya benar-benar menjadi suka Jazz tidak apa. Dan setelah mengenal Jazz lebih jauh tetap tidak suka akan jazz juga tidak apa apa, karena kalau masalah suka dan tidak suka, soal selera kadang tidak bisa diperdebatkan. Tapi pastinya banyak Manfaat yang bisa kita dapat dari Jazz baik dari sisi Sejarah, Ilmu music maupun Phylosofi nya. Dan jika diterapkan dalam kehidupan sehari hari, sikap ber-Demokrasi, Percaya diri menjadi diri sendiri, kebebasan berkreasi, serta selalu ingin belajar dan bermbang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan dimasa depan.

Dan jangan sungkan bergabung dengan Jazz karena bukan pemain, atau sungkan karena nge-Jazz tapi belum nge-Swing, Atau merasa baru belajar. Kedalaman, kedekatan dengan Jazz tidak semata-mata ditentukan oleh sekedar masalah ke-Ilmuan. Tapi sikap Jazz selalu ada dalam keseharian, bisa jadi orang yang tidak main music bisa lebih nge-Jazz daripada yang main music Jazz, karena Jazz nanti akan berkembang menjadi sebuah sikap yang nge-Jazz. Pemain Jazz bukanlah pasti orang yang selalu tahu, menguasai 1000 lagu Jazz, namun orang Jazz adalah orang selalu tahu apa yang dilakukan, bertanggung jawab, dan berpengetahuan. Masalah teknik bisa dipelajari, untuk menguasai instrument juga bisa dipelajari, namun yang terpenting dari sekarang marilah kita berpikir dan bersikap ala Jazz "Demokrasi, Selalu belajar, negoisasi, Komunikasi, , kebebasan berekspressi dan menjadi diri sendiri".

Suka halaman ini? Beritahu teman: