Home > Artikel > Bab 02 Sebuah Ilustrasi

Bab 02 Sebuah Ilustrasi

Penulis: Beben Jazz

Sebuah Ilustrasi …
Scale, Interval, Chord, Progression Chord, Lagu

Sebuah Ilustrasi …
Ada suatu ilustrasi menarik, yang perlu dipahami sebelum kita melangkah mempelajari musik lebih jauh. Setelah pada bab sebelumnya kita mengupas inti sari dari Seni Musik. Kali ini penulis mencoba mengajak pembaca untuk sedikit memperhatikan ilustrasi yang sangat menarik ini, yang penulis pernah baca dalam suatu buku yang berjudul "Bebop Lick" dan yang penulis dengar sendiri langsung dari salah seorang Guru Besar musik, pada saat proses penulis ingin lebih mengenal dan mengetahui inti sari musik yang sesungguhnya.

Ilustrasi yang dimaksud adalah, ternyata mempelajari bagian dari ilmu harmoni musik, seperti tangga nada, interval, chord, progresi bisa kita umpamakan, selayaknyai kita pada saat mempelajari ilmu Membaca sampai dengan akhirnya kita bisa membuat sebuah karangan.

Tangga nada = Abjad
Sesungguhnya, mempelajari tangga nada, major scale, minor scale dan tangga nada lainnya, seperti kita mempelajari abdjad a s/d z. Dan selanjutnya dari pengetahuan tangga nada ini, nantinya akan bisa kita gunakan sebagai piranti untuk menyusun interval, chord, lagu dan lain sebagainya.

Interval = Suku Kata
Mempelajari Interval, seperti kita mempelajari suku kata, pada saat kita mendapat pelajaran mengeja pada pelajaran bahasa indonesia yang kita dapat dari sekolah dasar terdahulu. Interval sendiri artinya: Jarak dari not 1 ke not lainnya (yang diambil dari bahasa Yunani, yang artinya jarak dari lembah yang satu ke lembah lainnya).

Contoh:

Dalam bahasa: Dalam Interval Musik:
b-a =ba C - E Major 3rd
b-u=bu C - F Perfect 4th
p-a=pa C - Gb Tritone/Dim5th
dan selanjutnya …. (ingat ini hanya ilustrasi saja)

Chord = Kata

Mempelajari Chord, seperti kita mempelajari sebuah kata. Karena sebuah kata akan terdiri dari suku kata + suku kata. Misalnya kata Bapa akan terdiri dari Ba+pa, demikian juga dengan sebuah chord, misalnya Chord C itu terdiri dari Not C-E-G (Interval C ke E = Major 3rd dengan Interval E ke G = minor 3rd)

Progresi = Kalimat

Pergerakan Chord, misalnya dari Chord C kemudian ke F dan kemudian menuju G, ini ilustrasinya adalah seperti menyusun sebuah kalimat

Lagu = Karangan

Sebuah lagu, adalah layaknya sebuah cerita, karangan, novel dan sejenisnya.

Tabel Ilustrasi Musik & Membaca:

Membaca Musik
Abjad Tangga Nada
Suku Kata Interval
Kalimat Progressi
Karangan Lagu

(*Masing-masing materi mengenai Tangga Nada, Interval, Chord akan di jelaskan lebih detail secara tersendiri.)

Setelah kita membaca tulisan diatas, secara logika jelas kita tidak akan dapat menyusun sebuah interval, kalau tidak mengerti tangga nada, kita tidak dapat menyusun chord kalau tidak mengerti akan interval, dan kita tidak dapat menyusun sebuah progresi yang menarik kalau kita tidak mengenal chord dengan baik. Dan didalam sebuah lagu, kesemua unsur tersebut terdapat didalam-nya. Seyogyanya adalah kita dapat mengenal kesemua unsur tersebut sebelum kita nantinya akan dapat menyusun sebuah lagu. Karena sebuah lagu adalah suatu rangkaian nada/not yang memiliki makna. Demikian juga pada saat kita melakukan suatu Improvisasi misalnya, diharapkan adalah keluar nada-nada yang mewakili perasaaan,pikiran kita yang memiliki makna tersendiri, yang kita tuangkan melalui instrument musik yang kita kuasai.

Dan dengan lebih dapat mengenal not, tangga nada, mengetahui stuktur chord dan lain sebagainya, akan dapat membantu kita dalam hal proses menyusun suatu harmoni yang baik, dan tentunya dengan tidak mengesampingkan unsur perasaan serta kreatifitas dari musisi sebagai pelaku seni musik itu sendiri.

Tidak mungkin kan kita akan menyusun sebuah kata seperti "xcyz" selain sulit membaca-nya, juga tidak memiliki makna yang jelas, apa maksudnya ? hal ini bisa saja terjadi dan dilakukan oleh anak kecil yang belum dapat mengerti makna dari tiap abjad dan kata. Didalam bermusik pun bukan tidak mungkin hal seperti ilustrasi tersebut diatas dilakukan oleh para musisi pemula,yang baru mempelajari musik, Seorang pemain yang terjun didalam dunia musik tapi tidak benar-benar memahami makna dan hakekat dari tiap tangga nada tersebut misalnya, niscaya akan terjadi pula suatu penyusunan not yang ternyata tidak memiliki makna musikal yang kuat.

Dari uraian panjang dan beberapa ilustrasi diatas, sepertinya kita memang belum benar-benar memasuki dunia teori dan praktek lebih mendalam. Tapi apa yang kami kemukakan dalam tulisan sebelumnya sangat penting untuk dapat memahami filosofi dan intisari dari seni musik itu sendiri. Penulis juga berusaha, dalam buku ini Pembaca tidak hanya sekedar mempelajari Teori musik atau seseoang rang hanya mempelajari music sebagai sebuah keterampilan belaka, tapi mencoba untuk lebih menjangkau sebuah esensi Makna. Karena Musik seyogyanya harus memiliki makna, pesan. Dan jangan lupa yang terpenting dalam bermusik adalah diri anda sendiri, karena alat musik, gitar, bass, piano dan lain-lain hanyalah sebuah alat sebagai pengantar dari apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan dan segala sesuatu apa yang ingin kita sampaikan."YANG BERMAIN MUSIK ANDA, BUKAN ALAT MUSIK. Jadi, teruslah jangan berhenti belajar, Isilah diri anda sebagai pelaku musik dengan segala sesuatu seperti wawasan musik, teori, praktek, pengertian musik seperti apa yang telah disampaikan, bahkan wawasan diluar music sekalipun sangatlah penting, ini juga bisa mendukung hasil karya anda nanti, karena setidak-tidaknya jika kita ingin membuat lagu mengenai politik misalnya, seyogya-nya juga kita ada pengetahuan mengenai perkembangan politik yang terjadi, dan beberapa topik lainnya yang bisa dijadikan lagu, yang tentunya lirik dan melody nya nanti akan lebih tajam dan baik sesuai dengan fenomena yang ada. Hal ini akan tercipta dan lebih mudah diwujudkan kalau si musisi sebagai pencipta lagu memang memiliki suatu wawasan yang luas. Baik dari sisi wawasan musik maupun dari sisi wawasan secara umum.

Suka halaman ini? Beritahu teman: