Home > Artikel > Bab 03 Major Scale

Bab 03 Major Scale

Penulis: Beben Jazz

S C A L E

T a n g g a – N a d a

Seperti yang pernah saya tulis dalam Bab sebelumnya, kalau kita mempelajari sebuah tangga nada ilustrasinya seperti kita mempelajari sederetan abjad a s/d z, saat proses belajar membaca waktu kita di sekolah dasar dulu. Misalnya kalau kita mempelajari tangga nada Major Scale, anggaplah kita sedang seperti mempelajari abjad A s/d H, mengapa hanya sampai H ? karena memang tangga nada bukan hanya Major Scale saja bukan ? seperti kita ketahui, bahwa tangga nada itu selain Major Scale juga terdapat Minor Scale, Pentatonik Scale, Blues Scale, 7 Modes didalam Major scale Ionian, Dorian, Locrian, Phrygian, Lydian, Mixolydian, Aeolian, Locrian dll.

Tapi kali ini yang akan kita bahas, adalah tangga nada Major Scale:

Baca *Phytagoras

“Johannes Kepler

Sebelumnya harus dipahami terlebih dahulu kalau suatu “Scale” terbentuk dari Interval-Interval HALF STEP dan WHOLE STEP

Half Step … adalah jarak atau interval terdekat diantara dua nada (berjarak nada). Pada Gitar sama dengan jarak 1 fret (Fret pertama ditekan pada senar 1 = bunyi F, dan pada Fret kedua ditekan Pada senar 1 juga, akan berbunyi F#). Dan jika pada Piano terdapat interval Half Step yaitu jarak antara satu Tuts Putih ke Tuts Hitam. Sebagai contoh nada yang berjarak adalah : B ke C dan E ke F (khusus 2 contoh ini, pada piano adalah jarak dari 1 tuts putih ke tuts putih berikutnya tanpa diantaranya terdapat Tuts Hitam). Contoh lain not yang berjarak : F ke F#. C ke C# (klw yang ini jarak antara satu Tuts Putih ke Tuts Hitam)

Whole Step … adalah interval berjarak penuh (berjarak 1 nada), atau bisa dikatakan Whole Step itu terdiri dari 2 Half-Step. Contoh : dari Not C ke D, atau D ke E. Pada Gitar, sama dengan memegang not dengan Jarak 2 Fret.

Dan ada satu jenis jarak lagi yaitu : Step & Half, atau 1 yaitu jarak 3 Half-Step

Half Step selanjutnya akan disingkat menjadi H

Whole Step selanjutnya akan disingkat menjadi W

Step & Half disingkat 1

* untuk lebih jelas-nya bisa lihat pada contoh

Pengertian Scale itu sendiri, dan kadang juga disini(Indonesia) sering disebut sebagai Tangga nada, adalah : Susunan beberapa not yang diatur menurut jarak (interval) tertentu.

Sedikit ilustrasi:

Mengapa bisa disebut Tangga Nada ? karena mungkin sebagian orang beranggapan atau membayangkan suatu susunan not yang menaik dan menurun seperti urutan/tingkatan anak tangga yang lazim kita lihat. Tapi dalam konteks ini hal yang penting kita harus perhatikan adalah faktor yang berhubungan dengan ukuran. Karena dalam konteks anak tangga pun sebaiknya mempunyai ukuran yang rasional sehingga memudahkan orang yang akan menapaki anak tangga tersebut. Nggak kebayang kan ? kalau suatu tangga, tapi memiliki ukuran dari satu anak tangga ke anak tangga yang lain dengan ukuran tidak beraturan, ada yang 10 cm, ada yang 30 cm, ada yang 50 cm, 1 m, kemudian 10 cm lagi dst. Wah bisa jadi berbahaya tuch !!!, tidak aman dan akan dapat mencelakakan orang lain. Jadi Faktor ukuran ini sangat penting, dan istilahnya didalam musik atau suatu tangga nada, masalah ukuran/Interval ini sangat penting. Karena dari susunan not dengan jarak yang logis tersebut nantinya akan dapat membantu kita dalam menyusun tangga nada yang harmonis, yang nantinya dari hal tersebut akan memudahkan kita dalam membentuk suatu susunan melodi indah dan harmonis juga tentunya.

*interval adalah : jarak dari not satu ke not yang lainnya. Yang asal arti katanya dalam bahasa Yunani Kuno adalah : jarak dari lembah yang satu ke lembah lainnya, kemudian di implementasikan kedalam istilah musik menjadi jarak dari not yang satu ke not yang lainnya tersebut.

Baiklah, sekarang kita kembali pada Major Scale.

Major Scale didalam formulanya memiliki 5 buah Interval Whole Step (W) dan 2 buah Interval Half Step (H)

Contoh didalam : C Major Scale

 

C Major Scale (gambar notasi)

C Major Scale (1 oktaf pada gitar)

C Major Scale (6 Posisi pada Gitar)

Posisi I

Posisi II

Posisi III

Posisi IV

Posisi V

Posisi VI

 

Phytagoras:

Ukuran interval interval music, termasuk pembagian 1 oktaf menjadi 8 nada telah dibuat oleh Phytagoras pada pertengahan abad ke-6 SM, Phytagoras juga merumuskan ide “Harmoni dari alam semesta” (Music of the spheres) dan menjadi ide yang sangat popular diantara teoritikus music dari abad pertengahan.

(sejarah musik jilid 1, Dr.Rhoderick J. McNeill)

Sekelumit kisah tentang Phytagoras …

Phytagoras lahir sekitar tahun 580 SM, di Pulau Samos, sebelah barat Asia Kecil (sekarang Turki, Samos sendiri masuk wilayah Yunani saat itu). Phytagoras dikenal sebagai Bapak Matematika dengan Rumusnya yang terkenal, tapi selain itu dia juga seorang Filsup yang mempelajari dan ahli dalam ilmu bidang Kosmologi (alam semesta, bumi dan antariksa), Serta seorang musikus yang andal. Jadi sangat beragam Ilmu yang dimiliki oleh seorang Phytogoras, Ahli Filsafat, Matematika, Kosmologi, dan Musik. Kesemua ilmu tersebut saling berkaitan dalam proses analisa akhirnya dia bisa menemukan jarak/interval nada yang kita kenal sekarang didalam Major Scale.

Penemuan itu dimulai ketika pada tahun 535 SM Phytagoras pergi ke Mesir untuk lebih memperdalam ilmu yang dimilikinya. Ketika di Mesir beliau menemukan 4 nada suci orang mesir (not: C D A B) seperti tergambar dalam alat music Lyra buatan Orpheus yang memiliki 4 Dawai yang menggambarkan :

4 Elemen “Bumi, Air, Udara dan Api”

Kemudian seorang Phytagoras dengan latar belakangnya seorang Pemikir penasaran, dia mencoba menambahkan jumlah Dawainya, Lyra buatan Phytagoras berjumlah 7 Dawai yang melambangkan urutan ketujuh planet bumi (astonomi purba) sebagai berikut :

D saturnus

C yupiter

B Mars

A Surya

G venus

F merkurius

E bulan

“Semua ditunjukkan dengan angka dan harmoni, didalam music maupun dalam alam semesta” , inilah dalil Phytagoras

Karena Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta beserta isinya, juga sudah memberikan tanda tanda mengenai Ilmu Harmoni Musik di Bumi Antariksa dan alam semesta di mana Jarak antara planet satu dengan planet yang lainnya sudah diatur menurut jarak tertentu, ini yang merupakan inspirasi akan adanya Interval dalam Musik, Kemudian juga Phytagoras menemukan bahwa Planet itu berputar pada porosnya sambil mengelilingi Matahari mengeluarkan bunyi. Hal ini disempurnakan oleh apa yang telah ditemukan oleh Ahli Matematika dan Astronomi kebangsaan Jerman Johannes Kepler. Baca “Kepler”.

Penganut Phytagoras berpendapat :

“Allah telah menciptakan segala sesuatunya menurut harmoni/keseimbangan”

Dan saat dawai ditambahkan, pastinya bunyinya tidak langsung harmonis, dan bunyi 1 oktaf delapan not ini juga tidak langsung seperti yang kita dengar sekarang. Phytagoras dengan keahliannya dalam ilmu hitung serta dengan bantuan sebuah alat yang bernama Monochord (satu dawai), akhirnya dia menemukan jarak yang kita kenal sekarang terdapat pada Major Scale yaitu 1 1 111 .

Allah menciptakan segala sesuatu pasti mempunyai Maksud, dan Allah memberikan tanda tanda atas segala sesuatu termasuk musik, bagi orang yang mau berpikir.

Dalam hal ini seorang Phytagoras lah yang berhasil membaca tanda tanda, dan Major Scale, 1 Oktaf merupakan perlambang Bumi dengan ke 7 Planetnya. Luar Biasa, Allahu Akbar.

 

Johannes Kepler:

Tanggal 15 Mei 1618 ahli matematika dan astronomi Jerman, Johannes Kepler, menemukan hukum ketiga dari ketiga hukumnya tentang pergerakan planet. Hukum ini kemudian dipublikasikan dalam karyanya “Harmonices Mundi” (Harmoni Dunia) yang terbit setahun kemudian.

Melalui hukum ketiga tersebut Kepler berusaha memperjelas proporsi dan geometri dalam gerakan planet dengan mengaitkannya dengan skala dari interval musik. Upaya tersebut merupakan kelanjutan dari apa yang disebut filsuf Yunani Phytagoras sebagai “Harmony of Spheres”

Menurut Kepler planet menghasilkan nada musik saat mengelilingi Matahari, dan tinggi rendahnya nada bervariasi tergantung kecepatan sudut terhadap Matahari. Bumi mengeluarkan mi-fa-mi. Pada interval yang sangat langka seluruh planet menghasilkan nada yang membentuk kesatuan sempurna. Kepler berpendapat bahwa hal ini mungkin baru terjadi sekali dalam sejarah, kemungkinan pada saat penciptaan.

Kompas/klasika/selasa, 15 Mei 2012

Suka halaman ini? Beritahu teman: