Home > Artikel > Embong Rahardjo

Embong Rahardjo

Penulis: Beben Jazz

Embong Rahardjo … siapa yang tidak kenal dengan nama Jazzer kita yang satu ini. Dengan tiupan Tenor Saxophone-nya yang khas telah begitu mengharumkan nama bangsa di berbagai mancanegara, dan juga membuktikan kalau negara kita bisa memiliki Jazzer yang bisa berbicara dalam kancah Jazz Internasional. Paling tidak kehadiran sosok beliau memberikan inspirasi serta motivasi kepada musisi-musisi yang lain, khusus-nya para generasi muda, kalau kita mau, kita juga bisa, tidak kalah dengan musisi internasional lainnya.

Dari usia kanak-kanak sudah belajar Piano klasik, dan peranan ayahnya R.Sunarno sebagai pemain flute orkes keroncong RRI Surakarta, yang juga sebagai guru pertama-nya untuk belajar Flute demikian penting. Dan bersama ayahnya pada usia 10 tahun beliau pernah diundang main oleh Presiden Pertama Kita Sukarno di Istana Bogor. Luar biasa bukan perjalanan musik beliau dari usia dini.

Lahir di Solo, 23 Januari 1950, dan kini beliau telah meninggalkan kita, namun cita-cita beliau tidak pernah mati, dan nama harum beliau selalu terkenang dikalangan insan jazz tanah air khusus-nya. Sulit memang rasa-nya meskipun bukan berarti tidak bisa, kita dapat memiliki Pemain Saxophone sekaliber Beliau, yang saat bermain benar-benar mencurah segenap jiwa dan hati-nya dalam alunan not per not yang beliau mainkan.

Dan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh istri tercinta Mieke Rahardjo, beberapa obsesi beliau antara lain:

"Ingin bermain musik sampai kapanpun"
"Bisa bermain, mencintai Jazz dengan baik dan benar " (ini harapan beliau juga untuk
generasi muda Jazz khususnya/generasi penerus)
"Dan beliau ingin sekali kita memiliki restaurant/café khusus Jazz, dimana para Jazzer
bisa bebas ber-ekspressi disana"

Embong Rahardjo memang telah tiada, dan sampai saat ini kita juga belum memiliki pemain Saxophone sekaliber beliau, bukan bermaksud mengesampingkan Saxophonist lainnya. Namun beliau memang khas, dengan memiliki karakter yang kuat. Tapi paling tidak, mari kita wujudkan obsesi-obsesi beliau yang belum sempat beliau wujudkan sendiri, dan melalui perjalanan panjang bukan tidak mungkin kita akan memiliki Embong Rahardjo-Embong Rahardjo lainnya. Dan beliau bisa tersenyum dengan puas di Surga Sana.Amien.

Beberapa Perjalanan karier beliau …
Pada awal 1970-an Embong Rahardjo pindah ke Surabaya dan bergabung dengan Maryono and His Boys. Dengan kelompok ini beliau bertahan hingga 13 tahun, dan dari Maryono pula Embong belajar main Saxophone. Bersama kelompok Maryono bermain secara rutin di Klub Malam dan pusat Hiburan Diamond milik Alexander Wenas, pengusaha ternama di Surabaya.

Kemudian pada dekade 80-an usaha klub hiburan di Surabaya agak suram, dan Kelompok Pimpinan Maryono inipun bubar, kemudian beliau pindah ke Jakarta, dan berkenalan dengan Senior Jazz kita Jack Lesmana, kemudian beliau pernah pula bergabung dengan group band pimpinan Ireng Maulana.

Selanjutnya bersama rekan-rekan-nya beliau pernah pula membentuk group band yang lebih ke Commercial Oriented dengan nama Gold Guys. Kelompok ini berkibar hingga awal 90'an, mereka tampil secara tetap di Green Pub Restaurant, kemudian Gold Guys berganti nama menjadi Wong Emas dan tampil di North Sea Jazz Festival Denhaag negeri Belanda pada tahun 1987.

Pada tahun 1994, dengan promotor Peter F. Gontha, embong membuat album rekaman dengan nama "Embong Rahardjo Project" Produser rekaman ini adalah Michael Collina, Produser caliber dunia yang juga pernah mengorbitkan Sergio Mendez, George Benson, dan artis-artis dunia lainnya.

Luar Biasa Embong Rahardjo, kami Insan Jazz Tanah air, dan Negeri Tercinta Indonesia bangga memiliki Orang seperti anda yang begitu dapat mengharumkan nama bangsa, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia yang dicintainya.


Catatan ketjil …
Dalam rubrik profile, khusus-nya jazz, kami akan mengawali menampilkon sosok, profile musisi yang telah meninggalkan kita terlebih dahulu, sekaligus kita jadi mengingat jasa-jasa beliau-beliau, sekaligus mengingatkan kita juga kalau beliau-beliau pernah ada, dan punya andil dalam perjalanan khusus-nya terhadap dunia musik yang mereka tekuni dan kita cintai

Suka halaman ini? Beritahu teman: