Home > Artikel > Festival Jazz

Festival Jazz

Penulis: Beben Jazz

Festival Jazz, Konser Jazz, Pertunjukkan Jazz tidak bisa dikesampingkan peranannya dalam perkembangan musik Jazz dalam suatu negara, dari Festival atau berbagai konser tersebut biasa nya lahir nama-nama besar, atau lebih tepat-nya bukan baru lahir, tapi lebih cenderung kita katakan menjadi Populer. Karena Musisi Jazz biasanya tidak mendadak menjadi hebat, menjadi andal dalam sekejap, para virtuoso tersebut biasanya telah melewati proses panjang agar dapat bermain sangat baik dalam suatu pertunjukkan. Katakanlah nama-nama besar seperti Miles Davis, John Coltrane, Charlie Parker dll, mereka tidak mendadak menjadi hebat, tapi mereka sudah melewati proses yang demikian panjang dan tanpa jenuh, serta konsistensi yang luar biasa serta dedikasi yang sangat tinggi terhadap dunia Jazz yang mereka dan kita cintai ini.

Kita sebut Newport Jazz Festival New York, New Orleans Jazz Festival, Monterey Jazz Festival, Berlin Jazz Festival, Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Singapore Jazz Festival, India Jazz Festival, Youth Jazz Festival serta tidak ketinggalan kita punya JakJazz yang demikian heboh pada era 90 an dan dilaksanakan beberapa kali dengan sangat meriah namun sempat vakum beberapa tahun, dan pada 2012, 2013 lalu diselenggarakan kembali, Indonesian Open Jazz (IOJ) yang telah dimulai pada era awal 2000 an pernah dilaksanakan beberapa kali, yang diprakarsai oleh Instititut Musik Daya (IMD), Bali Jazz Festival yang baru pertama kali diadakan akhir 2005 lalu semoga kita harapkan ini bisa berkelanjutan. Pada Agustus 2013 di Istora Senayan juga terselenggara Festival menarik yang para penampilnya special Jazzer Indonesia, dan memang bertujuan mengangkat para Jazzer local agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri yaitu "Indonesian Jass Festival", dan tentunya kita juga punya Java Jazz Festival yang pada perhelatan pertamanya tgl.3,4,5 Maret tahun 2005 lalu diadakan yang tidak kurang selama 3 hari tersebut dapat menyedot pengunjung lebih dari 40 ribuan (ada yang menyebutkan hingga 46 ribu) dan kini JJF telah diadakan untuk ke-10 kali nya, nama-nama besar seperti Pat Metheny, Herbie Hancock, John Scofield, Pat Martino, Steve Smith dan nama besar lainnya pernah tampil di JJF dan ini juga kita harapkan terus bisa berkelanjutan, bukan tidak mungkin, karena Java Jazz kini berada dalam suatu naungan sebuah PT.

Dan juga perlu dicatat beberapa Festival Jazz yang diselenggarakan oleh Pemda setempat, atau Festival dengan tema-tema tertentu makin marak di negeri tercinta ini seperti "Lampung Jazz Festival, Ambon Jazz Festival, Solo Jazz Festival, Ngayog Jazz, Ramadhan Jazz, Jazz Gunung, Jazz Traffic, Loenpia Jazz di Semarang dan festival festival lainnya … wah Semarak bukan.

Dalam catatan sejarah panjang Jazz Indonesia, beberapa musisi Jazz Indonesia sudah pernah tampil dalam beberapa festival Internasional tersebut, seperti Indonesian All Stars yang terdiri dari Jack Lesmana, Bubi Chen, Maryono, Benny Mustapha, Jopie Chen dan Kiboud Maulana pada tahun 1967 di Berlin Jazz Festival dengan promotor Mas Yos, tahun 1970 Indonesia VI yang dibentuk oleh Mus Mualim, dan terdiri dari Tjok Sinsoe, Sadikin Zuchra, Idris Sardi, Benny Mustapha, Maryono, dan Mus Mualim Sendiri, tampil di Expo Osaka Jepang, 1985 Bubi Chen, Maryono, Perry Pattiselano, dan Benny Mustapha tampil di Singapore Jazz Festival, dan beberapa kali bahkan sering kali para Jazzer kita tampil di North Sea Jazz di Denhaag Belanda seperti, Bhaskara, Karimata dll. Demikian juga konser-konser kerap kali diadakan, bahkan pada 1970-an kita pernah mendatangkan Duke Ellington Orchestra, dan berbagai konser lainnya yang banyak menghadirkan musisi dalam maupun luar negeri, baik dari dekade 20'an hingga boleh dibilang sd era 2000 an selalu ada saja sebenarnya konser-konser, baik yang boleh dibilang kearah hiburan komersil oriented maupun yang lebih ke pertunjukkan seni yang kadang suka di pertunjukkan di dalam gedung-gedung seni seperti Gedung Kesenian Jakarta, Erasmus Huis, Goethe dll. Nama nama Populer seperti Lee Ritenour, Casiopea, Shakatak, Ramsey Louis, Acoustic Alchaemy, Bob James, Tuck and Patty dan sederet nama lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu, pernah singgah di bumi tercinta kita ini.


Jadi sebenarnya siapa bilang Jazz kita telah Mati ?

Sesungguhnya Jazz kita tidak pernah benar-benar Mati, yang ada mungkin hanya kita sering timbul tenggelam, dan proses re-generasi yang agak mandeg, serta penikmat, pecinta yang bergerak sendiri-sendiri. Kata Konsistensi ini memang yang paling, dan agak susah dalam dunia atau perkembangan musik Jazz, makanya boleh kita beri ancungan Jempol untuk Pesta Jazz Nasional "Jazz goes to Campus" yang diprakarsai oleh Chandra Darusman yang 2013 lalu telah mengadakan acaranya untuk yang ke-36 kalinya dan masih tetap eksis hingga kini. Salut …Salut … dan semoga hal ini bisa diikuti juga oleh Festival Festival Jazz lainnya. Karena Jujur DEMAM JAZZ perlu selalu dicanangkan, DEMAM JAZZ perlu terus ditimbulkan agar Jazz terus bergaung di Bumi Tercinta ini.Paling tidak itu salah satu cara untuk menjaga Jazz tetap hidup, namun selanjutnya tidak cukup berhenti sampai disitu saja, dunia Pendidikannya juga harus jalan, Komunitas-Komunitas Jazz sebagai tempat berkumpulnya para pecinta Jazz perlu dibangun. Karena berdasarkan pengalaman selama ini seperti-nya Jazz baru bergaung, hidup kalau ada Festival-Festival Jazz saja, setelah Festival usai, jazz seperti-nya kembali menjadi sepi-sepi saja. Padahal kalau diamati setiap diadakannya Festival JGTC misalnya, yang selalu di dahului dengan diadakannya kompetisi Jazz bagi para amatir, pemula, tidak kurang dari 20 group selalu ikut berkompetisi baik dari yang berdomisili di Ibukota hingga yang berdomisili di luar kota seperti Bandung, Yogya dll. Namun kadang sempat terselip pertanyaan … kemana mereka dalam kesehariannya, main dimana ?, ngumpul dimana ?. Nah inilah yang menjadi tantangan kita semua, sebagai insan Jazz Tanah air, bagaimana menghidupkan Jazz baik melalui Festival maupun diluar Festival, karena sesungguhnya Penikmat, Pencinta Jazz Banyak, orang yang ingin mempelajari Jazz Banyak, Orang yang ingin bisa bermain Jazz Banyak, namun dihari kemarin kita masih timbul tenggelam, dan belum bisa konsisten baik dari sisi seni Jazz itu sendiri maupun sisi Industri-nya. Namun kalau melihat perkembangan, pada dekade awal tahun 2000 ini, seperti-nya Jazz Dunia, Maupun Jazz Indonesia mulai bangkit, rekaman-rekaman Jazz banyak lahir, konser maupun Festival mulai banyak diadakan, dan dari sisi pendidikan musiknya-pun mulai bangkit seperti apa yang dilakukan oleh IMD, Farabi, Beben Jazz Music Course, Andi Wiriantono Music School demikian juga dari sisi Komunitas-nya juga mulai banyak berdiri Komunitas-Komunitas Jazz yang dapat memberikan wadah bagi para pencinta Jazz untuk sekedar berkumpul, Jam Session dan kegiatan Jazz lainnya, seperti yang dilakukan oleh Klab Jazz di Bandung, Komunitas Jazz di Yogya, , Komunitas Jazz di Medan, Batam, Lampung, Riau, Makasar, Pekalongan, Surabaya, Semarang, Jombang, Tulungagung, Malang, Sukabumi, ,Palembang, Balikpapan, Samarinda, , Bali, Komunitas Jazz Kemayoran yang sudah berumur 10 tahun lebih dan beberapa tempat lainnya di tanah air Terus dibutuhkan. Karena dengan terus dilangsungkannya Festival, Konser Jazz, Industri Jazz berjalan, pendidikan musik-nya juga berdiri, serta Komunitas-Komunitas juga hidup secara konsisten, niscaya Dunia Jazz kita tidak akan pernah timbul tenggelam lagi dan selalu hidup.

Apalagi sekarang makna dari sebuah Festival, Konser Jazz bukan sekedar ajang mengukur kemampuan, barometer bagi para praktisi, pemain Jazz saja, tapi juga bermakna memberitakan kepada dunia Internasional bahwa negeri kita tercinta ini, dalam kondisi Aman, serta sekaligus memberitahukan pada dunia bahwa kita juga memiliki Jazzer-Jazzer yang dapat berbicara dalam dunia Internasional.

Hidup Jazz Indonesia.


Salam Jazz
Beben Jazz

Suka halaman ini? Beritahu teman: