Home > Artikel > Art Blakey

Art Blakey

Penulis: Beben Jazz

ART BLAKEY'S JAZZ MESSENGER AT BIRDLAND UGETSU

Komposisi:
1. One by One (Shorter) - 6:17
2. Ugetsu - 10:57
3. Time Off - 4:54
4. Ping Pong (Shorter) - 8:05
5. I Didn't Know What Time It Was - 6:28
6. On the Ginza - 7:01
7. Eva [*] - 5:53
8. The High Priest [*] - 5:22
9. The Theme [*] - 1:45

Musisi :
Curtis Fuller - Trombone
Wayne Shorter - Saxophone, Sax (Tenor)
Cedar Walton - Piano
Art Blakey - Drums
Freddie Hubbard - Trumpet
Reggie Workman - Bass

Selain Duke Ellington, Charles Mingus, Miles Davis, nama Art Blakey juga telah menjadi "pabrik musisi yang berbakat". Terbukti dengan sederet musisi dari masa Kenny Dorham, Jackie McLean, Lee Morgan, Benny Golson sampai dengan Kenny Garret, Robin Eubank, Benny Green, Geoff Keezer dan masih banyak lagi daftar nama jika ditulis satu per satu.

Tradisi yang sudah dimulai sejak akhir 1940-an adalah berupaya bermain dengan musisi-musisi muda yang handal dan yang paling penting adalah berbagi rasa kebersamaan dan tidak saling menonjolkan ego masing-masing musisi. Selain itu, beliau menjadi pemain drum yang handal, yang tidak lagi menonjolkan unsur demonstratif permainan drumnya dan rasa kepemimpinannyalah yang diacungi jempol atau meminjam istilah dari Ki Hajar Dewantoro, Tut Wuri Handayani. Kelompoknya The Jazz Messenger menjadi satu-kesatuan kelompok musik jazz yang legendaris dan berpengaruh.

Dalam penampilan di Birdland pada pertengahan 1963 ini, banyak penonton yang terpukau atas penampilan Sextet yang terdiri Curtis Fuller(trombone), Freddie Hubbard(terompet), Wayne Shorter(Tenor Sax), Cedar Walton(piano), Reggie Workman(bass) dan Art Blakey sendiri memukul drum.

Dibuka dengan lagu "One By One" yang penuh semangat, gaya hardbop memang kental setelah mendengarkan lagu pertama ini. Kiranya judul album ini (Ugetsu=Fantasi) memang menjadikan mereka dalam bermain banyak mengeluarkan ide-ide yang luar biasa. Kelihatannya disini Wayne Shorter dalam lagu "I Didnt Know What TIme It Was" begitu bernuansa impresionis dan bak gerakan angin yang bergelombang. Seperti dalam setiap lagu dalam sampul ini, terutama lagu "Ping Pong" dan "Ugetsu" memperlihatkan pianis kugiran Cedar Walton untuk menunjukan kelasnya terutama dengan olah corak permainan piano antara Bill Evans dan Bud Powell yang didominasi chord yang cukup tebal dari hardbop sampai latin. Demikian juga dengan tiupan trumpeter dari pengagum Clifford Brown yang masih muda belia ini berhasil menunjukan gaya permainannya sebagai "jembatan" antara tiupan trombone dan tenor dan mulai menampakkan dirinya sebagai musisi yang sudah mantap bahkan menjadi pesaing Miles Davis di tahun 1960-an.

Secara keseluruhan penampilan mereka dalam malam tersebut bolehlah kita beri applause. Untuk kekompakan, saling melengkapi dan harmonisasi yang rapi menjadikan malam tersebut adalah malam istimewa bagi Art Blakey beserta kawan-kawannya. Tentunya juga para penonton dan pendengar merasa larut dalam suasana tersebut.

Suka halaman ini? Beritahu teman: