Home > Komunitas Jazz Kemayoran > Report > Report Komunitas Jazz Kemayoran Ke-003

Report Komunitas Jazz Kemayoran Ke-003

Salam Jazz rekan-rekan ...

Sukses, puas dan Luar biasa !!!
Wah, berlebihan nggak ya, kalau tiga ungkapan tersebut diatas, mengawali laporan saya mengenai pertemuan Komunitas Jazz Kemayoran semalam. Tetapi terus terang perasaan-perasaan itu lah yang timbul dan saya rasakan tadi malam. Dan mudah-mudahan perasaan itu juga dirasakan oleh rekan-rekan yang turut Hadir malam itu.

Boleh dibilang segala sesuatu yang direncanakan dan harapan2 yang ingin dicapai dalam pertemuan malam itu dapat terlaksana semua-nya dan semuanya bisa berjalan dengan baik dan Lancar. "Mulai-nya bisa On-time, jadwal acara-nya bisa sesuai, Jam Session-nya asyik dan lancar, live performance-nya juga berjalan dengan baik, Diskusi-nya juga seru banget membahas mengenai musik Swing, meskipun jadi melebar balik ke Jaman Klasik, Blues, Ragtime, New Orlean dan akhirnya balik ke Swing lagi. Dan yang paling penting adalah: Misi dari Komunitas ini bisa tercapai yaitu : "Bersatu dalam Jazz, dan melalui Jazz kita belajar"

Acara tepat, dapat di Mulai pada Jam 7 Malam, dan kurang lebih sudah hadir 27 orang rekan-rekan kita, baik yang dari rekan milis IndoJazz, IndoGuitar, WarungMusik, Forum Kafe Gaul, maupun rekan pecinta Jazz lainnya yang tahu mengenai acara ini, tapi tidak mengikuti milis-milis seperti yang saya sebutkan diatas, dan juga masih ada beberapa rekan kita yang masih dalam perjalanan menuju tempat acara berlangsung seperti Pak Pudjo, Pak Chandra, Anton, Roullandi. Terus terang dari jumlah rekan kita yang hadir malam itu kurang lebih 31 orang, sudah sangat membuat saya surprise sekali, yang tadinya saya pikir mungkin saja bulan ini akan mengalami penurunan, justru sebalik-nya, peserta yang hadir makin bertambah. Padahal sebelum mulai acara juga ada beberapa rekan yang seyogya mau datang jadi batal, karena mau nonton pertandingan Thomas Cup. Dan semalam juga kita mengalami penambahan dari sisi peserta wanita, Mona yang biasanya sendiri dan paling cantik diantara kita, tadi malam Mona tidak sendiri lagi, tapi ditemani oleh Ria, Maura dan Gesty. Pokoknya surprise sekali dech, apalagi mengingat rekan kita yang datang, boleh dibilang rumah-nya sangat jauh dari Kemayoran, seperti Roullandi yang dari Bogor, Anton dari Cengkareng, Bennedict dari Jagakarsa, Pak Iman dari Cijantung, Mona dari Lebak Bulus dan rekan-rekan lainnya yang notabene rumah-nya sangat jauh dari Kemayoran. Sekali lagi saya ucapkan salut kepada rekan-rekan, yang kesemuanya bisa terjadi karena Kecintaannya terhadap musik Jazz.

Acara pertama, dimulai dengan ber-Jam Session, sesuai dengan yang telah disepakati, tema Jam Session kali ini adalah bertema "Blues", dan lagu yang telah ditentukan sebagai pilihan untuk ber-Jam-Session adalah lagu "C-Jam-Blues - Duke Ellington" dan "All Blues - Miles Davis". Sengaja Tema Jam Session kali ini dipilih lagu yang bertemakan Blues, karena seperti yang rekan-rekan ketahui Blues ini adalah salah satu Musik yang turut berperan membentuk lahir-nya musik Jazz. Selain itu Form Musik Blues yang 12 bar cenderung lebih mudah dipelajari dan di ingat oleh beberapa rekan-rekan kita yang memang masih baru mau mencoba mempelajari dan memainkan musik Jazz. Dan untuk melakukan Improvisasi-nya pun relatif tidak terlalu sulit meskipun juga tidak bisa dikatakan sangat mudah apalagi untuk pemain yang notabene memang masih baru belajar dan belum terbiasa melakukan Improvisasi. Dalam melakukan Improvisasi pada Blues dapat menggunakan isi dari Chord-nya saja(chordal/chord tone) sebagai awal belajar kemudian divariasikan pola ritmik-nya, atau selanjutnya bisa juga menggunakan Major/Minor Pentatonic, selain itu juga bisa menggunakan Mixolydian Mode dan Blues Scale, yang tentunya dalam konteks penggunaannya harus disesuaikan juga dengan tema dari lagu Blues tersebut

Peserta Jam Session Pertama dengan pilihan lagu C-Jam Blues, Reza pada Drum, Ricky pada Bass, Joey pada Piano, Bennedict pada Tenor Saxophone dan Ilman pada Gitar. Kemudian dengan formasi yang sama mereka melanjutkan dengan memainkan lagu "All Blues" nya Miles Davis yang memiliki birama ¾ itu. Pada saat tema lagu selesai dimainkan, Pak Iman Budi Santoso dengan Harmonica Kromatik-nya memutuskan bergabung pada bagian Improvisasi, dan melakukan permainan nada maut-nya tersebut sepanjang 2 Chorus. "Tiupan Harmonica Pak Iman malam itu terdengar lebih jelas, jadi baru benar terasa indah tuch alunan suara Harmonica di malam itu" karena mulai pertemuan kemarin kita menggunakan Mic dan amply serta mixer 4 track sumbangan dari Pak Iskandar. Setelah 2 lagu tersebut tuntas dimainkan dengan mulus oleh peserta Jam Session pertama, untuk selanjutnya Peserta Jam Session ke-2 dengan 2 judul lagu yang sama, Reza tetap pada Drum demikian juga Ricky tetap pada Bass (karena memang belum ada Pemain Drum dan Bass yang lain), Robert pada Piano, Alifa pada Gitar, Iswanto dan Bennedict pada Tenor Saxophone dan Joey ikut bermain kembali, tetapi kali ini Joey memainkan alat musik yang biasa dipakai pada extrakurikuler di Sekolah "Pianica". Luar biasa ! hal ini membuktikan bahwa untuk ber-Improvisasi didalam Jazz bisa dilakukan dengan berbagai alat musik apapun, bahkan didalam DVD Jazz Master yang pernah saya tonton, ada salah satu Jazzer yang melakukan Improvisasi dengan menggunakan berbagai Jenis Kerang pada saat memainkan nomor "Manteca" yang tiada lain adalah lagu milik salah satu dari Master Jazz "Dizzie Gilespie". Jadi didalam Jazz dengan Improvisasi-nya hal yang terpenting adalah Diri Kita Sendiri, sejauh mana kita memiliki wawasan, sejauh mana kita menguasai Ilmu Musik dengan Benar, apa yang kita pikir, dan apa yang kita rasa yang kesemuanya itu nantinya akan kita keluarkan melalui Instrumen yang kita kuasai. Karena alat adalah hanya sebuah alat, diri kita lah yang memberikan arti dengan nada-nada orisinal yang keluar dari dalam diri kita dengan tentunya dilandasi oleh seperti yang telah saya sebutkan diatas.

Akhir-nya tepat 1 Jam pada Pukul 20.00 Jam session ke-2 berakhir, setelah juga sukses dan dengan mulus memainkan 2 lagu berturut-turut. What Next ?
Ya, sesuai dengan susunan acara yang telah ditentukan, acara berikut-nya adalah Live Performance, berbeda dengan Jam Session, kalau didalam segmen Live Performance rekan-rekan kita yang akan tampil adalah, rekan yang memang sudah melakukan persiapan dan berlatih tentunya sesuai dengan lagu-lagu yang akan dimainkan. Dan kali ini Rekan kita yang akan tampil pertama adalah Ilman (Gitaris) dengan membawakan Lagu yang berirama latin "Blue Bossa" yang sudah cukup popular disini, dan Ilman juga ditemani oleh Rikcy (Bass), Reza (Drum) dan Joey (Piano). Sebagai info tambahan seperti yang pernah saya tulis pada report pertemuan bulan lalu, Ilman ini adalah siswa III SMP (216) yang masih berusia 14 ½ tahun. Bukan tidak mungkin kalau Ilman tetap konsisten dengan pilihannya bermain musik Jazz khusus-nya, dikemudian hari kelak Ilman bisa menjadi salah satu Gitaris Jazz Papan atas di negeri terncinta ini. Amin. Meskipun memang perjalanan masih sangat panjang untuk seorang Ilman. Penampil selanjutnya adalah Alifa Kwartet, yang terdiri dari Alifa (Gitar), Ricky (Bass), Robert (Piano) dan Reza (Drum), boleh dibilang Kwartet ini lahir dari hasil dari Kumpul-Kumpul kita setiap bulan, setiap minggu di Kemayoran, dan Alifa Kwartet untuk lagu pertama membawakan Lagu "Billie Bounce" milik dari dedengkot Jazz Charlie Parker era Bebop, dan untuk lagu ke-2 membawakan lagu "It had to be You" lagu yang pernah digunakan dalam seri Drama Komedi 'When Harry met Sally' , untuk lagu ke-3 membawakan lagu salah satu lagu yang terkenal dari Duke Ellington "Don't get around much anymore", sebagai informasi untuk lagu ke-2 dan ke-3 ini, formasi sedikit berubah menjadi Beben Quintet, karena untuk ke dua nomer ini Saya turut bernyanyi, dan serunya pada lagu "It had to be You" pada bagian Improvisasi, rekan-rekan kita yang duduk menonton diajak untuk maju kedepan ikut serta ber-Improvisasi dengan cara ber-Scat Singing, meskipun akhirnya hanya 2 rekan kita saja yaitu Ipung dan Mugi yang berani nekat tampil kedepan he … he…., Cuma pada awalnya sempat terjadi salah pengertian karena ternyata ke-dua rekan kita itu tidak melakukan Scat Singing, tapi melakukan bernyanyi ulang dengan lagu yang sama tapi dengan cara lain. Yang dimaksud Scat Singing disini adalah: "ber-improvisasi dengan menggunakan suara/mulut boleh dengan menyanyikan Konsonan atw suku kata tertentu, atw boleh juga dengan menirukan bunyi salah satu instrumen musik, kemudian melakukan suatu Improvisasi sesuai dengan kaidah yang berlaku selayaknya pada Instrumen Musik. Kemudian pada lagu penutup, Alifa Kwartet membawakan lagu yang berjudul "St. Thomas" suatu lagu yang memiliki nuansa latin milik dari Sonny Rollins. Seusai Alifa Kwartet tampil, waktu masih menunjukkan Pukul 20.46, jadi masih ada waktu kurang lebih 14 menit untuk live performance, karena sesuai rencana Live Performance akan berakhir pada Pukul 21.00. Akhirnya Joey (Piano), kembali Tampil dengan ditemani Alifa Kwartet membawakan sebuah lagu yang sangat syahdu dari Victor Young yaitu "Beatiful Love". Wah terus terang, demikian penuh perasaannya Joey membawakan lagu tersebut, sehingga jadi benar-benar, kita dapat merasakan betapa indahnya rasa cinta tersebut di ekspresikan lewat dentingan suara piano Joey. Ok salut buat Joey, boleh dibilang itulah penampilan terbaik malam itu.

Tepat Pukul 21.00 sesuai dengan rencana, acara selanjutnya adalah : Diskusi mengenai Sejarah Jazz, dan tema yang akan dibahas kali ini adalah : "Swing". Dan malam itu sebelum kita masuk ke sesi tersebut, saya selaku Moderator tergerak untuk memanggil Bpk. Pudjo (Ayahanda dari Pianis Jazz Indonesia Nial Djuliarso, yang sedang menimba Ilmu Jazz di negara asalnya Amerika, dan baru saja menyelesaikan Program Bea Siswa-nya di Berklee salah satu Universitas yang juga sangat terkenal dengan Fakultas Musik-nya, dan selanjutya dari kabar yang saya dengar saat ini Juga Nial akan melanjutkan study Music -nya di Julliard salah satu University Seni yang sangat terkenal didunia dan juga dengan program Bea-siswa), untuk memohon kepada beliau untuk bercerita pengalamannya khususnya mengenai perjalanan seorang Nial akhirnya bisa seperti sekarang ini. Secara singkat Pak Pudjo bercerita, pada awalnya-nya Nial seperti anak-anak yang lainnya di kursuskan Piano di tempat kursus piano yang umum ada di Kota Jakarta, dan sempat juga belajar dengan salah satu Jazzer Senior Idang Rasjidi. Sesuai dengan penuturan Pak Pudjo, kala itu Nial belum tertarik dengan Musik Jazz, meskipun boleh dibilang lingkungannya sudah mendukung kearah sana, karena boleh dibilang Pak Pudjo ini adalah seorang penggila Jazz juga dan selain itu juga beliau adalah seorang pemain Jazz juga angkatan Benny Likumahua, Oele Pattiselano dan kawan-kawan, meskipun untuk saat ini beliau sudah tidak bermain lagi. Tapi memang sesuai dengan apa yang Pak Pudjo rasakan dan juga mungkin rekan-rekan pernah rasakan, bermain musik itu tidak bisa dipaksakan, apalagi untuk bermain musik Jazz, kita tidak bisa di paksa-paksa, harus keluar dari dalam diri sendiri. Karena kalau itu sudah keluar dari dalam hati kita yang paling dalam, wah selanjutnya "sesulit apapun proses-nya" kita akan berusaha keras untuk dapat menempuhnya. Meskipun sekali lagi untuk menjalani proses-nya tidak semudah yang kita bayangkan, karena memang mempelajari Jazz itu, butuh proses yang cukup panjang, dan butuh kesabaran serta ketekunan yang sangat Ekstra sekali. Yang penting Jiwa dan hati sudah terpanggil dulu untuk Jazz, selanjutnya jalankan dan nikmati saja prosesnya. Seusai Penuturan Pak Pudjo, Nial mulai tertarik dan terpanggil untuk bermain dan mempelajari musik Jazz seusai pada tahun 1996 menonton pertunjukkan Jazzer Dunia Pat Metheny yang melakukan konser di Stadion Tenis Indoor Senayan kala itu. Sepulang dari sana mulailah seorang Nial termotivasi untuk mempelajari Musik Jazz lebih serius hingga saat ini. (mungkin nanti untuk detailnya Nial bisa cerita sendiri dan menuliskannya untuk kita disini). Dan harapan kita mudah2 an akan lahir Nial-Nial lainnya dari Indonesia yang dapat mengharumkan Nama Indonesia lewat musik Jazz yang kita cintai ini. Kurang lebih 15 Menit Pak Pudjo bercerita, dan mudah2 an cerita ini dapat memotivasi kita untuk dapat lebih mencintai Jazz.
Seusai Pak Pudjo bercerita, kita kembali kepada Topik kita malam ini yaitu "Swing"
Saya selaku moderator memberikan kata pengantar secara singkat mengenai Musik Swing, dan untuk itu saya juga mencoba untuk mengungkapkan beberapa hal yang berhubungan dengan Swing seperti yang saya tulis dibawah ini untuk dibahas bersama :

FAKTA SEPUTAR
"SWING"

  1. Dance Music/Musik pengiring Dansa
  2. Awal pemunculan-nya ada yang menganggap:
    1928 ….. pada saat Jelly Roll Morton mengeluarkan album : Georgia Swing dan Kansas City Stomp
    1932 ….. pada saat Duke Ellington merekam lagu It Don't a thing dengan judul lain If it ain't got that Swing
  3. Orang kulit putih mulai memainkan musik Jazz. Salah satu diantaranya "Charlie Barnet" pemain Saxophone.
  4. Big Band, awal penyebaran Jazz di New Orleans, formasi antara 8 s/d 9 pemain, kemudian berkembang menjadi 13 s/d 16 pemain
  5. Benny Goodman dijuluki : Father/King of Swing berjasa menyelenggarakan Konser Jazz pertama kali di Carnegie Hall, tampat konser Musik yang sangat bergengsi dan biasanya dipakai untuk pagelaran musik Klasik saja. Dan peristiwa ini dianggap sebagai titik tolak pengakuan Bangsa Amerika terhadap Jazz. Dan beliau juga berani mendobrak system Rasial, dan mendirikan Bigband yang anggotanya terdiri dari orang kulit hitam dan putih
  6. Duke Ellington, Benny Goodman, Glenn Miller, Count Basie, Benny Carter, Lionel Hampton, Gene Krupa beberapa tokoh musik Swing

KARAKTERISTIK MUSIK
"SWING"

  1. Swing dalam Big Band, musik-nya di Aransemen
  2. Swing pada umum-nya adalah musik Saksophone, meskipun pada era awal Jazz saksophone belum termasuk sebagai instrumen Jazz, boleh dibilang setelah tahun 1920 Komposisi Saxophone ini mulai lebih di Optimalkan.
  3. Swing dapat mengiringi Dansa, dan era sebelum Perang Dunia II itu orang Amerika sangat gandrung akan Dansa.
  4. Dikatakan Swing, karena musik-nya melayang, mengayun
  5. Improvisasi sudah menjadi bagian Komposisi dan dilakukan secara bergantian, meskipun didalam aransemen masih ada batasan2/kaidah yang tetap harus di perhatikan/yang sudah diatur.
  6. Berbeda dengan musik sebelum era Swing ( Dixieland dll) yang lebih 2/2 (Alla Breve), dan cenderung masih seperti sebuah kelompok Marching Band, Swing lebih cenderung menggunakan birama 4/4 nya dengan penekanan pada hitungan ke-2 dan 4, dan penggunaan Triplet, serta microtime ternary-nya yang pada akhirnya nanti membentuk suatu ritmik khas Swing yang kerap disebut sebagai "Swing Feel"

LAIN-LAIN

  1. Karena Swing boleh dikatakan hampir melanda seluruh bagian Amerika dan sudah dianggap sebagai salah satu kebudayaan Amerika, maka pada era itu, musik Swing bisa dikatakan sudah menjadi Mainstream/disebut Mainstream
  2. Pada era Swing sudah mempengaruhi musik Pop. Muncul lagu-lagu Standart yang biasa dimainkan dalam era itu, dan banyak juga lagu-lagu pop/popular saat itu yang dimainkan secara Swing. Dan lagu-lagu standart ini sangat dikenal oleh masyarakat dunia, dan sering lagu2 tersebut dianggap sebagai lagu Jazz Standart..
  3. Bisa ditambahkan rekan-rekan …

Wah, seru banget dech sesi Diskusi ini, setiap Item kita bahas satu persatu, dan beberapa rekan mencoba untuk mengemukakan pendapat-nya. Pokoknya setiap ada suatu pembahasan kita coba lempar dulu ke Forum sampai akhirnya nanti kita bisa mendapatkan suatu kesimpulan mengenai Pokok Bahasan tersebut. Beberapa menit Joey pun tampil kedepan, tapi kali ini bukan untuk bermain Piano, tapi mengemukaan pendapatnya mengenai musik Swing serta menambahkan dengan bercerita mengenai sejarah musik secara umum dari Jaman Klasik sepintas, Ragtime, New Orleans Jazz s/d Swing kembali dan Pak Pudjo pun turut menambahkanya. Dan juga nggak lupa dalam pembahasan disertai dengan pemasangan lagu sebagai contoh yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas, kadang juga ada penjelasan yang disertai dengan contoh dengan memainkan Instrumen seperti yang dilakukan Reza pada saat mencontohkan aksen pada hitungan ke-2 dan 4.

Saking serunya nggak terasa waktu sudah menunjukkan Pukul 23.00 dan luar biasanya nggak ada satupun rekan yang beranjak dari tempatnya, dan mengajukan izin pamit pulang, semuanya masih terlihat segar. Tapi meskipun demikian kami sebagai pihak penyelenggara memahami selain waktu sudah beranjak larut, beberapa rekan juga rumah tinggal-nya sangat jauh dari lokasi pertemuan, maka sesuai dengan rencana tepat Pukul 23.00 acara inti-nya kami tutup terlebih dahulu. Jika masih ada pertanyaan seputar Tema, masih bisa dibicarakan sambil ngobrol bebas santai, karena acara ini pun dilaksanakan dari kita untuk kita, sederhana dan nggak terlalu formal tentunya, jadi kapan saja, dimana saja kita dapat berbicara mengenai Jazz dengan rileks dan santai atau kapan saja bisa kita bicarakan baik lewat alat komunikasi, email dll. Atau bisa juga kita bahas kembali pada pertemuan berikut. Artinya kapan saja, dimana saja kita bisa bicara mengenai Jazz dengan rileks. Dan nggak lupa juga terima kasih kepada Mona yang malam itu dinobatkan sebagai Seksi Konsumsi, yang malam itu membawa tambahan ransum berupa martabak telor dan manis, otak-otak menemani donat dan risoles, yang malam itu tidak disia-siakan oleh para rekan-rekan, malam itu ludes, bersih laku keras he.. he.. belajar dan mendengarkan Jazz memang bisa membuat nafsu makan bertambah ya … Dan saya ucapkan terima kasih juga untuk rekan-rekan yang bersedia datang jauh-jauh, smoga nggak kapok ya datang ke- Kemayoran. Seusai sesi diskusi ini berakhir, apakah acara benar-benar selesai ? ternyata belum … masing-masing rekan masih terlibat larut dalam obrolan bebas diantara mereka yang nggak kalah seru -nya. Mulai Pukul 24.00 barulah beberapa rekan mulai pamit undur, sampai boleh dibilang rekan yang terakhir pulang, kurang lebih pukul 01.00 pagi. Bayangkan …demikian antusias-nya mereka.

Ok akhirnya sebagai penutup smoga kalian makin memahami Jazz, semakin gila dan mencintai musik Jazz, dan mudah-mudah sesuai dengan yang kita harapkan lewat pertemuan komunitas Jazz ini, selain pastinya kita akan bertambah teman yang sama-sama menggemari musik Jazz, kita juga bisa bertambah wawasan, pengetahuan kita tentang musik Jazz yang kita cintai ini baik dari sisi teori, teknik, sejarah-nya dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan dunia Jazz.

Cukup sekian laporan dari saya mengenai Pertemuan Komunitas Jazz Kemayoran yang ke-3, smoga di pertemuan berikut rekan-rekan yang belum sempat hadir, bisa hadir di pertemuan berikut. Kehadiran kalian selalu di tunggu …

Salam Jazz,
Beben Supendi Mulyana.

Lihat juga Komunitas Jazz Kemayoran: About | Report Kegiatan

Suka halaman ini? Beritahu teman: