Home > Komunitas Jazz Kemayoran > Report > Report Komunitas Jazz Kemayoran Ke-093

Report Komunitas Jazz Kemayoran Ke-093

Tepat 11.30 … Saya sudah hadir di Freedom Institure, Wisma Proklamasi Jl.Proklamasi no.41 Jakarta Pusat, tempat akan dilaksanakannya pertemuan KJK yang ke 93, Wow!!! 93 x kita sudah mengadakan pertemuan yang konsisten tanpa jeda, luarrr biasa, sebuah konsistensi yang mahal nilainya. Saya datang bersama 2 rekan baru "KJKer's" sebutan buat anggota kita he he he, yaitu Ariez dan Pur 2 Gitaris asal Cikampek, yang dari 9.30 sudah muncul di depan rumah saya menggunakan motor yang waktu tempuhnya dari Cikampek-Bekasi, tidak kurang dari 2 Jam. Dan tepat jam 10 kita bertiga berangkat menuju Venue akan dilaksanakanya pertemuan KJK Bulanan.

Saya selalu harus hadir terlebih dahulu, selain karena terlalu bersemangat setiap bulannya setiap diadakan Pertemuan bulanan kjk, Silaturrahmi memang memiliki magnet tersendiri, dan selain itu saya juga harus membawa Film yang akan diputar pada acara pertama setiap pertemuan, yaitu acara "PUTAR FILM JAZZ" nonton film barenng di Aula Freedom Institute yang disulap menjadi bioskop mini setiap bulannya, seru dan sangat seru menurut saya, siang siang nonton film yang bertemakan music dan Jazz serta Gratis pula, suatu budaya yang langka, karena film film yang diputar juga bukan film umum, yang sudah susah didapat originalnya maupun yang bajakan he he.he, pokoknya bukan sembarangan film dech.

Film yang diputar kali ini berjudul " Sweet and Lowdown" tentang gitaris Emmet Ray yang diperankan oleh Sean Penn, yang didalam film itu mendapatkan nominasi Best Actor pada tahun 1999, dan di support juga oleh Uma Thurman, Samantha Morton dan Anthony Lapaglia yang ikut bermain. Emmet Ray sendiri adalah seorang Gitaris yang konon Gitaris no.2 terjago setelah Django Reinhardt, gitaris yang berkepribadian unik yang mengidolakan Django namun setiap ketemu Idola dia selalu pingsan he he. Didalam film ini kita akan mendapatkan suasana kehidupan para pemain Jazz dalam kesehariannya pada tahun 1930 saat Konser maupun dalam kesehariannya hidup sebagai Jazz Player serta segala serba serbinya yang mewarnai kehidupan mereka, paling tidak kita juga akan mendapatkan gambaran, bagaimana music Swing saat itu kedudukannya dalam kehidupan social sehari hari.

Sesuai Rundown, usai nonton bareng film Jazz, akan dilanjutkan dengan Penampilan Beberapa Band yang akan dimulai dari Pukul 15.30 sd Pukul 20.00, dan sebagai penampil pertama adalah:

The Roads:
Group yang baru terbentuk November 2011, dan baru pertama tampil di Pertemuan KJK, meskipun beberapa personilnya pernah tampil dengan grup yang berbeda di KJK. The Roads terdiri dari Nadya (Piano), Arini (Vocal), Reffy (Gitar), Nada (Bass) dan Odie (Drum). Group yang terdiri dari anak2 muda ini, bahkan boleh dibilang sebagian remaja, terdengar sangat swingin banget, dan ketika memang saya baca pada formulir pendaftaran group di KJK, mereka menulis aliran/genre utama mereka adalah Jazz Standart he he he, jadi siapa bilang music Swing hanya untuk orang tua, terbukti pada Roads ini, dan secara personal saya pun memang mengenal Odie sang Drumer yang meskipun baru berusia 16 th, memang anak Swing banget yang banyak berguru pada drummer2 sepuh terkenal seperti Benny Mustapha, Kariem, dan belakangan sedang menimba ilmu pada Sandy Winarta Drumer Muda Indonesia yang luar biasa. Hayukkk Odie belajar terus, harumkan nama Jazz Indonesia ke kancah music Jazz Internasional, namun jangan lupa tetap mau sharing di KJK. Dan disore ini the Roads membawakan 4 lagu yang berjudul : " S' Wonderful, It's only papermoon, Masquenada, dan Night in Tunisia".

Live at Wonderland
Sebagai penampil kedua adalah Live at Wonderland, group yang anggota nya sebagian besar tinggal di daerah Sumur Batu Kemayoran, dan kali ini adalah Penampilan ke-4 mereka di acara Komunitas Jazz Kemayoran. Group yang terdiri dari Adit (gitar), Aldo (Gitar), Aga (Bass), Wisnu (Cajoon) dan Janet (Vocal), tampil kali ini tanpa Aldo yang biasa memegang Gitar Akustik Nylon, karena sesungguhnya salah satu konsep mereka secara musical adalah penampilan 2 gitar yang berbeda karakter, Adit yang lebih memegang Posisi Electric Gitar atau Akustik (Steel Strings) dan Aldo lebih ke Nylon Akustik Gitar, cukup menarik. Dan Group ini didirikan pada 10 Januari 2007, jadi boleh dibilang sudah 5 tahun mereka bersama. Dan awal perjumpaan saya dengan mereka adalah ketika kita sama sama mengikuti Workshop Jubing (Gitaris Solo Akustik) di Sebuah Sekolah Musik di Kelapa Gading, dan kemudian dalam pertemuan itu saya langsung mengajak mereka untuk berjam session di Paladian Apartment yang kebetulan saya dengan Beben Jazz and Friends memang sedang ada main secara Reguler disana setiap Sabtu malam, dan pertemuan dilanjutkan dengan mereka Tampil di acara KJK Waktu itu, dan selanjutnya saya melalui KJK terus memberikan kesempatan mereka main di acara Pekan Raya Jakarta, Java Jazz Festival dll. Dan saat ini mereka bermain Reguler di Starbucks TIS (Tebet Indraya Square), kalau boleh dibilang mereka lebih kea rah Pop Jazzy Genre nya dengan diselingi beberapa lagu standart dan Brazillian, dan suara sang Vokalis Janet merdu menimpali, melengkapi musikalitas mereka yang Khas, dan pada pertemuan KJK yang ke 94 ini mereka membawakan "the look of love, I was brought to my senses dan better days ahead"

Revival Generation Project
Perkenalan pertama saya dengan group ini, ketika sang Manager Wulan menghubungi saya untuk dapat bermain dalam pertemuan kjk, dan akhirnya keinginan itu terwujud pada tanggal 30 April 2011, dan sejak penampilan pertama nya saya tertarik dengan gaya permainan mereka yang mencoba menggabungkan Jazz dan Etnik yang merupakan ciri khas dari group Revival Generarion Project (RGP), RGP terdiri dari Ria (Vokal), Fernado (Gitar), Marvin (Drum) dan Bayu ( Drum). Dan sejak itu setiap ada kesempatan sebuah event yang mengundang KJK, sering KJK untuk meminta mereka untuk mewakilinya, seperti pada saat ada event di @atamerica, dan suatu workshop di Rolling Stone Caffe yang saat itu sebagai guest star nya adalah LLW Trio nya Indra Lesmana yang terdiri dari dari Indra Lesmana , Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta, dan RGP bermain sebagai band Pembuka, dan banyak event lainnya. Pada pertemuan KJK RGP Membawakan Take Five, Gambang Suling, dan Night in Tunisia dengan aransemen mereka yang khas, yang selalau mengandung unsure Etnik.

8 (Delapan)
Group selanjutnya 8, yang hampir batal tampil karena pemain keyboard nya berhalangan, dan agak ragu juga untuk tampil karena hari itu akan main di 2 komunitas, yaitu jam 7 Malamnya mereka akan tampil di Bekasi Jazz Society, tapi akhirnya dengan sebuah semangat yang luar biasa saya berbincang dengan sang leader Oka yang sangat konsisten yang berkomitmen akan terus menjalankan misi 8 dengan segala situasi, akhirnya mereka tetap tampil bertiga dengan Oka selain bermain Drum juga merangkap memainkan fungsi keyboard, Unik dan luar biasa ditambah dengan vokalisnya yang bernyanyi dengan bahasa Menado he he.. Kereeen. Hari itu 8 Selain Oka juga Erick yang saya kenal sebagai Bassis Rock ikut bermain bersama sang Vokalis. Unik music mereka Jazz, Etnik, Techno, Fusion dan bahasa Menado suatu unsure gado gado yang menambah kaya khazanah Jazz Indonesia

Join Company
Group yang baru berdiri sekitar 2 bulan ini, dan baru pertama kali main di KJK sangat menghibur dengan nomor2 Jazz nya seperti "MR.PC (John Coltrane), Au Privave (Charlie Parker) dan So What(Miles Davis) mereka benar benar memainkan Jazz dan mereka masih muda muda, masih Kuliah (sebagian mahasiswa IMI), dan merekapun tahu mengenai acara kjk ini melalui salah satu gurunya yang saya kenal juga Robert Gitaris. Luar biasa group yang terdiri dari Wisnu (Gitar), Rafael (Keyboard), Alexander (Bass) dan Samuel (Drum), kapan kapan main lagi ya

Reza and The Student
Reza and the Student adalah Reza salah satu anggota awal di KJK yang mengajar music di SMA Al Izhar Pondok Labu bermain bersama murid-murid-nya. Berawal ketika saya diminta Reza si Pak Guru untuk menjadi juri ujian Musik di Al Izhar, disitulah saya berkenalan pertama kali dengan anak2 SMA Al Izhar yang luar biasa ini, dan saya bilang, "kapan2 main dong di pertemuan kjk, dan tawaran itu disambut oleh Pak Guru Reza dan akhirnya terwujud mereka main di pertemuan KJK Ke 93 ini. Selain Pak Guru Reza, ikut bermain Indra (Gitar), Ole (Gitar) dan Hendra (Bass), dan mereka memainkan 2 lagu karya mereka sendiri, dan uniknya ditengah acara ada sedikit gimik, yaitu ketika Reza meminta kita untuk menguji Ear Training kepada salah satu muridnya Indra yang kupingnya benar benar Perfect Pitch, Luar Biasa tidak semua orang, meskipun pemain music bisa melakukannya

Aboda
Setelah Reza and the Student, penampil berikutnya adalah ABODA, ibadah Artinya. Luar biasa Group yang terdiri dari 4 bersaudara kandung ini, yang terdiri dari Timotius Noya (Keyboard), Fanuel Noya (Drum), Filemon Noya (Guitar) dan Clement Noya (Bass), KJK Ke 93 ini adalah penampilan ke-3 mereka sejak tahun 2007, dan mereka sudah memiliki sebuah album Fusion Religi ala mereka yang menarik, dan mereka kini sedang mempersiapkan album berikutnya, dan sangat ditunggu oleh KJKer's tentunya. Dan kata mas Nirwan Freedom "Hayukkk Launching di Freedom" dan saya sangat meng-Aamiini setuju. Dari ke-3 kali penampilan mereka di KJK dan di beberapa Event, saya secara pribadi menilai, ini adalah Penampilan terbaik mereka. Mereka terlihat Rilex, Enjoy, aransemennya rapih namun tidak kaku dan sound serta harmoni nya begitu detail.Malam itu boleh dibilang kami sangat terbuai dengan alunan Fusion Khas Aboda, yang begitu melodius dan tidak membosankan. Saya berharap mereka akan terus ber-proses menjadi besar dan bisa mengharumkan nama besar Jazz Indonesia di dunia music Internasional.

Traya
Dan group yang terakhir tampil adalah Traya yang malam baru saja menyelesaikan mini album nya, dan akan di pasarkan di pertemuan KJK 93Tersebut dengan harga Rp.20.000,- tidak terlalu mahal untuk sebuah album yang berkwalitas, "saya beli 5 buah lo …" dan banyak juga KJKer's yang membeli nampaknya, semoga sukses ya …
Perkenalan KJK dengan group yang satu ini cukup panjang, dari mulai mereka baru datang dari Malang kota asal mereka dengan nama Group the Bagels, sampai ganti nama Group menjadi Seven Vibes, sampai akhirnya menjadi TRAYA, yang pasti tidak ada sukses tanpa perjuangan dan Pengorbanan. Dan ketika akhirnya Traya bisa menghasilkan sebuah Mini Album ini, saya tahu ini adalah hasil sebuah perjungan yang tidak sebentar, dan Group yang mau sukses adalah group yang sabar berproses dan siap Susah. Dan Traya membuktikannya dengan tetap eksis hingga kini. Mereka menganut Easy Pop Jazz sesuai dengan isian formulir yang diberikan oleh kjk sebagai data band komunitas, dan begitulah terdengarnya, sangat easy listening, dan penuh keceriaan dalam musiknya. Traya terdiri dari Ayu (Vocal), Iyus (Bass), Jati (Keyboard), dan malam itu ikut bermain Deddy (Drum) sebagai Additional Player. Dalam pertemuan KJK ini Traya membawakan "One note samba, My Boy and I, dan buatku Bahagia"

Usai semua Group tampil, Pertemuan di akhiri dengan Jam Session yang merupakan Tradisi dari Jazz dan pertemuan KJK, Sangat seru selalu Jam Session di KJK. Dalam ajang Jam Session inilah kesempatan kita mencoba sesuatu yang kita pelajari, dan Jam Session juga bisa menjadi ajang kita untuk mengenal gaya permainan dari Jazzer lain. Dalam Jam Session ini terjadi banyak hal yang merupakan ciri khas Jazz, ada proses Improvisasi, Komunikasi, Negoisasi, Demokrasi dalam Musik, yang membuat music Jazz selalu menarik tidak membosankan. Jadi harusnya Jam Session ini wajib ditunggu bukan dihindari.

Demikianlah Report Pertemuan KJK Ke-93 saya kali ini, sampai berjumpa di Pertemuan Ke-94 di Freedom Institute, Wisma Proklamasi, Jl.Proklamasi no.41 Jakarta Pusat 25 Februari dari jam 13.00 sd 21.00 c . u

Salam,
Beben Jazz
Pendiri/Ketua Komunitas Jazz Kemayoran

Lihat juga Komunitas Jazz Kemayoran: About | Report Kegiatan

Suka halaman ini? Beritahu teman: