Home > Komunitas Jazz Kemayoran > Report > Report Komunitas Jazz Kemayoran Ke-009

Report Komunitas Jazz Kemayoran Ke-009

Tidak kurang dari 30 orang yang sehobi, punya minat sama, punya kecintaan yang sama dan punya rasa keingintahuan terhadap dunia Jazz lebih mendalam berkumpul dalam acara bulanan rutin Komunitas Jazz Kemayoran ke-9. Sebelumnya acara ini agak ragu untuk dilaksanakan karena mengingat ada saudara2 kita yang sedang tertimpa Musibah di Aceh sana. Tapi karena menu acara malam itu juga sekaligus ada acara pengumpulan sumbangan dana buat saudara2 kita di Aceh tersebut, akhirnya acara tetap kami langsungkan, dengan seperti biasa-nya secara sederhana.

Kurang lebih Jam 7 lewat 35 menit… Acara dimulai, dengan pembukaan oleh saya sendiri, kemudian langsung dilanjutkan dengan Ber Jam-Sesion ria … tapi, ada tapinya nich, hari ini tidak ada Drum-nya lo kok ? "iya drumer kita kelupaan membawa drum, karena bangun kesiangan," katanya he…he… nggak pa2 dech sekali-kali nggak ada drum, jadi latihan juga untuk bermain Trio, dan yang pasti dengan tidak adanya drum, jadi makin kelihatan jelas nich kalau membunyikan not yang salah he..he.. biasa-nya kan kalau salah dikit terdengar samar, kalau ada pemain drum-nya he..he.. (ngumpet not tuch namanya). Tania, vokalis yang sebelumnya biasa bernyanyi pop dan rock, mencoba untuk mempelajari lagu Jazz, dan malam itu tampil pertama membawakan lagu "Misty" dan "The Girl From Ipanema", di iringi oleh Trio, Ricky (Bass), Peter (Piano), dan Alifa (Gitar). Setelah peserta Jam Session Pertama Tampil, kemudian peserta berikutnya tampil bergantian, Ricky digantikan oleh Adri (pada Bass), dan Billy menggantikan Peter pada Piano, sedangkan Alifa tetap pada Gitar. Syukur dech akhirnya ada juga pemain Bass lainnya yang bergabung, karena selama 8 pertemuan ini kan Bassisnya si Ricky Terus he..he.. akhirnya Ricky sedikit bisa menapas lega …., Trio berikut ini membawakan lagu "Don't get around much anymore" sebuah nomor Swing dari Duke Ellington. Dan ditengah lagu tiba2 Pak Iwan (Tenor Saxophone) yang tak lain adalah Ayah dari Billi (piano), ikut bergabung mengambil solo 2 Chorus. Kemudian format ini memainkan satu lagu lagi yaitu Blue Bossa. Selesai Blue Bossa dibawakan, Anton rekan kita yang berasal dari Cengkareng dan Katno (Bekasi) dengan ditemani Ricky pada Bass, giliran maju berjam-session membawakan lagu "C-Jam Blues", yang menarik disini adalah Rekan kita Anton dan Katno sebelumnya adalah bukan penggemar Jazz, bahkan Katno sebelum bergabung ke KJK adalah Gitaris yang biasa membawakan lagu2 dari aliran Thrash Metal, ini membuktikan Jazz terbuka bagi siapa saja dan lewat wadah KJK kita bisa saling belajar. Tetapi kedatangan mereka ke KJK memang dalam upaya tahu lebih dalam mengenai Jazz, dan akhirnya mereka berdua bisa tampil membawakan satu nomor Jazz, cukup surprise buat saya pribadi khusus-nya, dan perkembangan yang menggembirakan juga buat KJK secara Umum. Mudah2 an makin banyak Anton2 dan Katno2 yang lain.

Penampil berikut adalah: Reza, Drumer Plus, mengapa saya sebut Drumer Plus, karena selain main drum ternyata Reza juga cukup menguasai alat musik lainnya, malam itu ditemani saya pada Gitar, Dan Ricky pada Bass dan Reza sendiri bermain Piano membawakan lagu "Beatiful Love", kemudian dilanjutkan dengan "Night and Day" - Cole Porter dan "Days wine and roses", untuk nomor terakhir Reza bermain Pianika, dan Piano digantikan oleh Peter. Dan tidak ketinggalam Mas Iman Budi Santoso juga pada 3 nomor tersebut ikut ber-Jam Session dengan Harmonika Kromatiknya. Dan terakhir tepat pukul 9.45 pm acara Jam Session ditutup dengan "How Insensitive" yang dibawakan secara duet oleh Saya dan Peter.

Apa acara selanjutnya ?

Seperti yang telah direncanakan, acara berikut nya adalah membahas Profile salah satu Jazzer terkenal yaitu : Toots Thielemans, seorang yang rendah hati, seorang Virtuoso Harmonika, yang juga ahli memainkan Gitar, serta khas dengan gaya bersiulnya dan beliau juga menguasai beberapa instrument lainnya dan yang tak terduga ternyata pendidikan formal beliau sebenarnya adalah: Sarjana Matematika, dan kini beliau sudah berumur 82 tahun dimana tgl dan bulan kelahirannya sama dengan salah satu komposer Jazz besar juga yaitu Duke Ellington, dan beliau adalah pencipta dari satu nomor Jazz yang terkenal : Bluesette. Dan baru-baru ini ia dianugerahi gelar Jazz Miscellaneous Instrument Player of the Year untuk tahun 2004 oleh Asosiasi Wartawan Jazz, dan masih menerima beberapa penghargaan lain. Di negara kelahirannya, Belgia, ia masih diberi kehormatan untuk melantunkan lagu kebangsaan kerajaan Belgia dengan harmonika pada saat start ajang bergengsi Grand Prix Formula 1 di Francorchamps, 29 Agustus 2004 yang lalu.

Sangat menarik membahas Profile seorang Toots Thielemans ini, hanya sayang sepak terjang beliau yang luar biasa ini, belum banyak terdengar, tidak sepopuler Jazzer lainnya bahkan dikalangan pecinta Jazz sekalipun, khusus-nya di Indonesia ini. Terbukti kemarin dari tidak kurang dari 30 orang yang hadir, yang tahu mengenai sosok Toots Thielemans ini hanya 3 - 4 orang saja, sayang bukan. Hal itulah yang mendorong KJK untuk mengangkat sosok Besar yang rendah hati ini, dan suatu keberuntungan juga ternyata diantara rekan kita di KJK ada seorang seperti Mas Iman Budi Santoso yang sangat menguasai dan mengikuti sepak terjang beliau.

Selanjutnya acara diserahkan kepada Mas Iman, yang dengan detailnya dari mulai bercerita siapa itu Toots Thielemans, Sepak terjang-nya, Album2 apa aja yang pernah beliau hasilkan, dan dimana aja beliau pernah main, dengan musisi Pop, Brazill, Quincy Jones s.d dengan ikut bermain dalam album Invitation Jaco Pastorius, semuanya dibeberkan, sehingga kesemuanya itu menjadi informasi baru bagi kami yang mendengarkan. Dan yang terakhir adalah Pemasangan DVD Live Dari Toots Thielemans dan kawan2. Dapat kita lihat dalam DVD Live tersebut Toots Thielemans bermain Harmonika Kromatiknya, dan bermain gitar sambil bersiul (unisono gitar dan siulannya) dalam Komposisi Bluesette yang diciptakannya sendiri. Wah pokoknya seru dech …, tambahan melalui acara diskusi membahas profile ini yang dibawakan oleh nara sumber Mas Iman yang juga kebetulan bermain Harmonika Kromatik, kita juga jadi tahu ternyata Harmonika itu ada 2 jenis, yaitu Harmonika Diatonik dan Kromatik. Dan akhirnya yang hadir saat itu bisa pulang dengan membawa oleh2 pengetahuan baru mengenai sosok Toots Thielemans ini. Demikianlah harapan kami, untuk rekan2 yang hadir dalam setiap acara KJK. Selain dapat pengalaman baru dalam hal bermain, dapat wawasan baru juga dalam sisi Historikal Jazz-nya, baik secara Profile, maupun perkembangannya.
Acara resmi berakhir, pukul 11 malam, dan seperti biasanya, Diskusi diantara kami masih seru dan terus berlangsung, tapi akhirnya Diskusi tersebut dilanjutkan dengan makan Roti Bakar dan Indomie bersama di langganan kami yaitu Rotbak Bendungan Jago di bilangan Kemayoran juga …. Selanjutnya pulang dech ke kediaman masing-masing ….
Sampai jumpa di Pertemuan Komunitas Jazz Kemayoran berikut-nya … eh ada yang lupa di Laporkan, Alhamdulillah, Malam itu kami berhasil mengumpulkan saweran/dana spontan sebesar Rp.1.095.000,- (satu juga sembilan puluh lima ribu rupiah) dan beberapa pasang pakaian bekas, yang sudah kami serahkan pada pihak yang berhak menerimanya.. Terima kasih rekan-rekan atas sumbangan dana-nya, mudah2 an amal baik budi kalian akan dapat balasan yang setimpal, dan sumbangan tersebut dapat berguna/bermanfaat bagi saudara-saudara kita sedang ditimpa kemalangan di Aceh …..

Salam,
Komunitas Jazz Kemayoran

Lihat juga Komunitas Jazz Kemayoran: About | Report Kegiatan

Suka halaman ini? Beritahu teman: